Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

News

Kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Pemakaman Tentara Jepang di Malaysia Tuai Kontroversi

badge-check


					Kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Pemakaman Tentara Jepang di Malaysia Tuai Kontroversi Perbesar

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menuai kritik keras setelah mengunjungi pemakaman tentara Jepang di Kuala Lumpur pada akhir pekan lalu. Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela partisipasinya dalam KTT ASEAN dan pertemuan terkait lainnya yang berlangsung di Malaysia.

Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Takaichi menulis,

“Hari ini saya mengunjungi pemakaman Jepang di Kuala Lumpur dan meletakkan bunga di monumen peringatan. Saya merasa sangat terharu karena dapat memberikan penghormatan kepada para tentara yang gugur di Malaysia.”

Namun, unggahan tersebut justru memicu gelombang reaksi negatif dari publik Malaysia. Banyak warganet menilai tindakan Takaichi tidak sensitif terhadap sejarah kelam penjajahan Jepang di Malaya selama Perang Dunia II.

Selain ke pemakaman tentara Jepang, Takaichi juga mengunjungi Tugu Negara Malaysia, monumen nasional yang dibangun untuk menghormati sekitar 11.000 prajurit yang gugur dalam Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan masa Darurat Malaya (1948–1960). Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk refleksi terhadap sejarah bangsa.

“Setelah ini, saya juga mengunjungi Monumen Nasional untuk menghormati para tentara dan warga sipil yang gugur dalam dua Perang Dunia dan perjuangan kemerdekaan Malaysia, sambil merenungkan sejarah bangsa,” tulisnya.

Namun, sejumlah pengguna media sosial menganggap kunjungan ke dua lokasi tersebut memiliki pesan yang kontradiktif. Salah satu pengguna X dengan nama @LucasTheBlackWalla menulis bahwa memberikan penghormatan kepada tentara Jepang “tanpa mengakui kekejaman yang dilakukan di Malaya sangatlah menyinggung.”

Pengguna lain, dengan akun @MalaysianIGOT7, juga mengkritik,

“Pernahkah Anda sebagai sebuah negara meminta maaf secara terbuka atas invasi dan pendudukan Jepang di Malaya, yang meninggalkan penderitaan dan trauma hingga hari ini?”

Komentar senada muncul dari akun @MalayaSingapore, yang menilai kunjungan tersebut “bukan langkah yang bijak bagi perdana menteri baru Jepang yang baru saja terpilih.”

Kunjungan ini menjadi ujian diplomatik pertama bagi Takaichi, yang baru saja mencetak sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang. Meski niatnya disebut sebagai penghormatan terhadap korban perang, tindakan tersebut menimbulkan perdebatan tentang bagaimana Jepang seharusnya menghadapi warisan sejarah militernya di Asia Tenggara.

Sc CNBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru

29 November 2025 - 17:10 WIB

Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan

29 November 2025 - 16:10 WIB

Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember

29 November 2025 - 14:10 WIB

Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang

29 November 2025 - 12:10 WIB

Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan

29 November 2025 - 10:10 WIB

Trending on News