Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Mayoritas Warga Jepang Khawatir Perang Timur Tengah Berdampak pada Kehidupan Sehari-hari

badge-check


					People wave as Japan's Maritime Self-Defence Force destroyer Perbesar

People wave as Japan's Maritime Self-Defence Force destroyer "Takanami" leaves for the Middle East at Yokosuka Naval Base in Yokosuka, Kanagawa prefecture on February 2, 2020. - Japan dispatched the naval destroyer to Middle East for a rare overseas mission to ensure safety of Japanese ships amid lingering tension between Iran and the US. (Photo by STR / JIJI PRESS / AFP) / Japan OUT (Photo by STR/JIJI PRESS/AFP via Getty Images)

Sebagian besar masyarakat Jepang mengaku khawatir bahwa pecahnya perang di Timur Tengah akan berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka, mengingat ketergantungan Jepang yang besar terhadap minyak dari kawasan tersebut. Hal ini terungkap dalam jajak pendapat nasional melalui telepon yang dilakukan oleh Kyodo News dan diumumkan pada Minggu (23/6).

Sebanyak 83,7 persen responden menyatakan mereka memiliki kekhawatiran terhadap dampak dari meningkatnya ketegangan dalam perang Israel-Iran.

Survei ini juga menunjukkan bahwa tingkat dukungan publik terhadap kabinet Perdana Menteri Shigeru Ishiba turun menjadi 32,5 persen dari 37,0 persen pada survei sebelumnya yang dilakukan sepekan lalu. Sementara itu, tingkat ketidakpuasan meningkat menjadi 50,9 persen, naik dari 48,4 persen.

Mengenai rencana Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa untuk membagikan uang tunai sebesar 20.000 yen (sekitar Rp 2,2 juta) guna meredam dampak inflasi, 41,9 persen responden mendukung, sedangkan 54,8 persen menolak.

Ketika ditanya bagaimana sebaiknya pendapatan pajak tambahan digunakan jika ada peningkatan penerimaan negara, 55,7 persen responden menjawab sebaiknya digunakan untuk menurunkan pajak konsumsi. Sementara itu, 17,6 persen memilih agar dana digunakan untuk berbagai kebijakan publik, 14,1 persen untuk melunasi utang pemerintah, dan 9,9 persen untuk bantuan tunai langsung.

Survei ini dilakukan selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, kebijakan, serta isu-isu sosial utama setelah berakhirnya sesi biasa parlemen (Diet).

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News