Menu

Dark Mode
Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1 Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang

News

Mayoritas Warga Jepang Khawatir Perang Timur Tengah Berdampak pada Kehidupan Sehari-hari

badge-check


					People wave as Japan's Maritime Self-Defence Force destroyer Perbesar

People wave as Japan's Maritime Self-Defence Force destroyer "Takanami" leaves for the Middle East at Yokosuka Naval Base in Yokosuka, Kanagawa prefecture on February 2, 2020. - Japan dispatched the naval destroyer to Middle East for a rare overseas mission to ensure safety of Japanese ships amid lingering tension between Iran and the US. (Photo by STR / JIJI PRESS / AFP) / Japan OUT (Photo by STR/JIJI PRESS/AFP via Getty Images)

Sebagian besar masyarakat Jepang mengaku khawatir bahwa pecahnya perang di Timur Tengah akan berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka, mengingat ketergantungan Jepang yang besar terhadap minyak dari kawasan tersebut. Hal ini terungkap dalam jajak pendapat nasional melalui telepon yang dilakukan oleh Kyodo News dan diumumkan pada Minggu (23/6).

Sebanyak 83,7 persen responden menyatakan mereka memiliki kekhawatiran terhadap dampak dari meningkatnya ketegangan dalam perang Israel-Iran.

Survei ini juga menunjukkan bahwa tingkat dukungan publik terhadap kabinet Perdana Menteri Shigeru Ishiba turun menjadi 32,5 persen dari 37,0 persen pada survei sebelumnya yang dilakukan sepekan lalu. Sementara itu, tingkat ketidakpuasan meningkat menjadi 50,9 persen, naik dari 48,4 persen.

Mengenai rencana Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa untuk membagikan uang tunai sebesar 20.000 yen (sekitar Rp 2,2 juta) guna meredam dampak inflasi, 41,9 persen responden mendukung, sedangkan 54,8 persen menolak.

Ketika ditanya bagaimana sebaiknya pendapatan pajak tambahan digunakan jika ada peningkatan penerimaan negara, 55,7 persen responden menjawab sebaiknya digunakan untuk menurunkan pajak konsumsi. Sementara itu, 17,6 persen memilih agar dana digunakan untuk berbagai kebijakan publik, 14,1 persen untuk melunasi utang pemerintah, dan 9,9 persen untuk bantuan tunai langsung.

Survei ini dilakukan selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, kebijakan, serta isu-isu sosial utama setelah berakhirnya sesi biasa parlemen (Diet).

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang

26 June 2026 - 18:00 WIB

Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1

26 June 2026 - 12:34 WIB

Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang

26 June 2026 - 12:10 WIB

Trending on News