Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

Mayoritas Warga Jepang Khawatir Perang Timur Tengah Berdampak pada Kehidupan Sehari-hari

badge-check


					People wave as Japan's Maritime Self-Defence Force destroyer Perbesar

People wave as Japan's Maritime Self-Defence Force destroyer "Takanami" leaves for the Middle East at Yokosuka Naval Base in Yokosuka, Kanagawa prefecture on February 2, 2020. - Japan dispatched the naval destroyer to Middle East for a rare overseas mission to ensure safety of Japanese ships amid lingering tension between Iran and the US. (Photo by STR / JIJI PRESS / AFP) / Japan OUT (Photo by STR/JIJI PRESS/AFP via Getty Images)

Sebagian besar masyarakat Jepang mengaku khawatir bahwa pecahnya perang di Timur Tengah akan berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka, mengingat ketergantungan Jepang yang besar terhadap minyak dari kawasan tersebut. Hal ini terungkap dalam jajak pendapat nasional melalui telepon yang dilakukan oleh Kyodo News dan diumumkan pada Minggu (23/6).

Sebanyak 83,7 persen responden menyatakan mereka memiliki kekhawatiran terhadap dampak dari meningkatnya ketegangan dalam perang Israel-Iran.

Survei ini juga menunjukkan bahwa tingkat dukungan publik terhadap kabinet Perdana Menteri Shigeru Ishiba turun menjadi 32,5 persen dari 37,0 persen pada survei sebelumnya yang dilakukan sepekan lalu. Sementara itu, tingkat ketidakpuasan meningkat menjadi 50,9 persen, naik dari 48,4 persen.

Mengenai rencana Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa untuk membagikan uang tunai sebesar 20.000 yen (sekitar Rp 2,2 juta) guna meredam dampak inflasi, 41,9 persen responden mendukung, sedangkan 54,8 persen menolak.

Ketika ditanya bagaimana sebaiknya pendapatan pajak tambahan digunakan jika ada peningkatan penerimaan negara, 55,7 persen responden menjawab sebaiknya digunakan untuk menurunkan pajak konsumsi. Sementara itu, 17,6 persen memilih agar dana digunakan untuk berbagai kebijakan publik, 14,1 persen untuk melunasi utang pemerintah, dan 9,9 persen untuk bantuan tunai langsung.

Survei ini dilakukan selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, kebijakan, serta isu-isu sosial utama setelah berakhirnya sesi biasa parlemen (Diet).

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News