Menu

Dark Mode
Manga Balas Dendam Smiling Nemesis Resmi Tamat Maret Ini, Tinggal Satu Chapter Lagi Drummer LUNA SEA, Shinya, Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun Setelah Berjuang Melawan Kanker 23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran Jepang Perluas Barang Bekas: Targetkan Pasar Rp460 Triliun demi Bumi Lebih Sehat Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026

News

Menkeu Jepang Sesalkan Tarif Impor Baja dan Aluminium AS dalam Pertemuan G7

badge-check


					Menkeu Jepang Sesalkan Tarif Impor Baja dan Aluminium AS dalam Pertemuan G7 Perbesar

Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, menyatakan dalam pertemuan daring dengan para menteri keuangan Kelompok Tujuh (G7) pada Senin bahwa keputusan Amerika Serikat untuk mengenakan tarif pada semua impor baja dan aluminium adalah langkah yang “disesalkan”. Ia menekankan pentingnya aturan perdagangan global.

Berbicara kepada wartawan di Tokyo setelah pertemuan yang dipimpin oleh Kanada sebagai tuan rumah G7 tahun ini, Kato menegaskan bahwa kebijakan industri, termasuk tarif, harus “menjamin prediktabilitas” dan bahwa keputusan harus “berdasarkan aturan internasional.”

“Dalam situasi global saat ini, G7 akan memimpin sistem ekonomi internasional yang bebas, terbuka, dan berbasis aturan,” kata Kato. Pernyataannya tampaknya mengacu pada kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang menerapkan prinsip “America First” untuk memperkuat ekonomi terbesar dunia tersebut.

Sejak dilantik pada 20 Januari, pemerintahan Trump telah menerapkan berbagai kebijakan tarif, termasuk bea masuk 25 persen untuk semua impor baja dan aluminium yang mulai berlaku pada Rabu lalu. Kebijakan ini memicu tindakan balasan dari beberapa mitra dagang utama AS.

Selain itu, AS berencana menaikkan bea impor mobil dari 2,5 persen menjadi sekitar 25 persen, dengan rincian kebijakan yang kemungkinan akan diumumkan bulan depan. Langkah ini berpotensi berdampak pada industri otomotif Jepang.

Menanggapi hal ini, Kato menegaskan, “Jepang akan mengadakan pembicaraan serius dengan Amerika Serikat.”

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang

23 February 2026 - 14:10 WIB

Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran

23 February 2026 - 11:10 WIB

Jepang Perluas Barang Bekas: Targetkan Pasar Rp460 Triliun demi Bumi Lebih Sehat

23 February 2026 - 10:10 WIB

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News