Lawson berencana meluncurkan layanan pengantaran obat bebas (OTC) dari toko serba ada mereka paling cepat mulai tahun depan, meski tanpa kehadiran apoteker atau penjual obat bersertifikat di toko. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Lawson, Sadanobu Takemasu.
Melalui layanan ini, pelanggan dapat memesan obat bebas seperti obat flu secara online, lalu obat tersebut akan dikirim langsung ke rumah. Layanan ini akan mulai dijalankan setelah pemerintah melonggarkan aturan penjualan obat di convenience store.
Takemasu mengatakan bahwa Lawson ingin menjual obat secara jarak jauh dan mengantarkannya kepada pelanggan. Menurutnya, layanan ini bisa dimulai “tahun depan atau paling lambat tahun berikutnya” setelah melalui konsultasi dengan pihak berwenang.
Saat ini, Lawson memiliki sekitar 320 toko yang menjual obat, dan jumlah tersebut akan ditambah. Langkah ini diambil untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan jaringan drugstore, sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Terkait ekspansi global, Takemasu menjelaskan bahwa Lawson menargetkan memiliki sekitar 14.000 toko di luar negeri pada tahun fiskal 2030, dengan sekitar 12.000 di antaranya berada di China. Selain itu, Lawson juga ingin memperluas jaringan tokonya di kawasan Asia Tenggara.
Namun, Takemasu menegaskan bahwa Lawson tidak memiliki rencana untuk membuka toko di wilayah daratan Amerika Serikat, karena pasar di sana sudah didominasi oleh Seven-Eleven.
Sc : JT







