Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak

badge-check


					Nagasaki Peringati 81 Tahun Bom Atom, Wali Kota: Senjata Nuklir Adalah Kejahatan Mutlak Perbesar

Nagasaki, Jepang, memperingati 81 tahun pengeboman atom pada Minggu dengan seruan agar dunia tidak mengulangi tragedi penggunaan senjata nuklir.

Dalam Peace Declaration pada upacara peringatan di Nagasaki Peace Park, Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki memperingatkan meningkatnya risiko perang nuklir di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Suzuki menegaskan bahwa senjata nuklir bukan sekadar “kejahatan yang diperlukan”, tetapi merupakan “kejahatan mutlak” yang tidak dapat hidup berdampingan dengan umat manusia. Ia juga menyebut konsep nuclear deterrence atau pencegahan melalui kepemilikan senjata nuklir sebagai sesuatu yang sangat berbahaya dan rapuh.

Upacara berlangsung di dekat lokasi pusat ledakan pada pukul 11.02, waktu ketika bom atom yang diberi kode “Fat Man” dijatuhkan oleh pesawat pengebom Amerika Serikat dan meledak di atas Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Sekitar 3.700 orang, termasuk perwakilan dari 98 negara dan wilayah serta Uni Eropa, menghadiri upacara tersebut. Para peserta mengheningkan cipta untuk mengenang para korban.

Suzuki juga mengingatkan bahwa saat ini masih terdapat lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir di dunia. Menurutnya, konflik di Ukraina dan Timur Tengah menunjukkan bagaimana ketegangan antarnegara nuklir dapat meningkatkan risiko salah perhitungan dan eskalasi.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pidatonya kembali menegaskan bahwa Jepang mempertahankan tiga prinsip nonnuklir, yaitu tidak memproduksi, tidak memiliki, dan tidak mengizinkan senjata nuklir berada di wilayah Jepang.

Takaichi mengatakan Jepang akan terus mendorong upaya yang realistis dan praktis untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir, sekaligus menyebarkan pemahaman mengenai dampak nyata pengeboman Hiroshima dan Nagasaki.

Bom atom di Nagasaki diyakini menewaskan sekitar 74.000 orang hingga akhir 1945, sementara banyak korban lainnya mengalami dampak radiasi dan penyakit yang berlangsung bertahun-tahun.

Seiring bertambahnya usia para hibakusha—korban selamat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki—upaya untuk mewariskan kesaksian mereka kepada generasi berikutnya menjadi semakin penting. Rata-rata usia para penyintas yang diakui secara resmi kini telah lebih dari 86 tahun.

Nagasaki merupakan kota terakhir di dunia yang mengalami serangan senjata nuklir. Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, enam hari setelah pengeboman Nagasaki, yang mengakhiri Perang Dunia II.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News