Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun ditangkap karena kasus penikaman fatal terhadap seorang wanita lansia di Kota Chiba. Kepada polisi, pelajar SMP ini mengaku bahwa ia ingin dikirim ke pusat rehabilitasi anak demi melarikan diri dari kehidupan rumah tangga yang bermasalah, menurut keterangan penyidik.
Remaja yang tinggal di Distrik Wakaba, Kota Chiba, itu diduga menyerang Yayoi Takahashi (84) dari belakang dengan pisau sekitar pukul 17.00 pada hari Minggu. Menurut polisi, Takahashi meninggal karena syok berat akibat luka tusukan di punggung — dua di antaranya menembus paru-paru dan satu mengenai jantung.
Hasil autopsi menunjukkan bahwa seluruh luka berada di bagian belakang tubuh korban, tanpa adanya bekas luka pertahanan, yang mengindikasikan bahwa serangan terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.
Pihak berwenang meyakini pembunuhan ini dilakukan secara acak dan sudah direncanakan sebelumnya.
Kepada penyidik, pelaku mengatakan, “Saya ingin membunuh seseorang. Siapa saja. Saya tidak peduli siapa.” Ia juga menyatakan, “Saya ingin kabur dari lingkungan rumah yang rumit. Saya ingin masuk pusat rehabilitasi anak.”
Remaja tersebut memiliki riwayat masalah perilaku dan pernah beberapa kali berurusan dengan pihak kepolisian. Awal tahun ini, ia beberapa kali kabur dari rumah, hingga keluarganya meminta bantuan Kepolisian Prefektur Chiba. Sejak saat itu, polisi rutin mewawancarainya sebagai bagian dari program pengawasan remaja, bahkan dijadwalkan bertemu sehari setelah kejadian pembunuhan.
“Tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan melakukan kejahatan seperti ini,” ujar juru bicara kepolisian.
Pelaku sempat bergabung dengan tim bisbol sekolah, tetapi keluar setelah sekitar tiga bulan. Ia kemudian menarik diri, kerap mengabaikan anggota keluarga, dan pulang larut malam atau dini hari. Perilakunya sempat membaik setelah masuk program bimbingan kepolisian.
Remaja ini tinggal bersama kakek-neneknya, ayah, dan dua saudara kandungnya. Sang kakek mengatakan bahwa pada hari kejadian, cucunya sempat makan malam bersama keluarga dan bermain ponsel di ruang tamu.
“Saya rasa dia langsung pulang ke rumah setelah melakukan penyerangan,” ujar sang kakek.
Saat menggeledah rumahnya, polisi menemukan pisau di kamar pelaku. Senjata tersebut diyakini dibeli sendiri oleh remaja itu, dan bukan merupakan pisau dapur milik keluarga.
Pelaku ditahan sehari setelah kejadian dan telah mengakui semua tuduhan.
Sc : japantimes







