Menu

Dark Mode
Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

News

Ngeri! Remaja 15 Tahun di Chiba Jepang Tusuk Lansia Secara Acak Berujung Meninggal

badge-check


					Kagawa, Japan - January 8, 2019: Back view of Japanese police officer with patrol car, in Kagawa, Japan. Perbesar

Kagawa, Japan - January 8, 2019: Back view of Japanese police officer with patrol car, in Kagawa, Japan.

Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun ditangkap karena kasus penikaman fatal terhadap seorang wanita lansia di Kota Chiba. Kepada polisi, pelajar SMP ini mengaku bahwa ia ingin dikirim ke pusat rehabilitasi anak demi melarikan diri dari kehidupan rumah tangga yang bermasalah, menurut keterangan penyidik.

Remaja yang tinggal di Distrik Wakaba, Kota Chiba, itu diduga menyerang Yayoi Takahashi (84) dari belakang dengan pisau sekitar pukul 17.00 pada hari Minggu. Menurut polisi, Takahashi meninggal karena syok berat akibat luka tusukan di punggung — dua di antaranya menembus paru-paru dan satu mengenai jantung.

Hasil autopsi menunjukkan bahwa seluruh luka berada di bagian belakang tubuh korban, tanpa adanya bekas luka pertahanan, yang mengindikasikan bahwa serangan terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.

Pihak berwenang meyakini pembunuhan ini dilakukan secara acak dan sudah direncanakan sebelumnya.

Kepada penyidik, pelaku mengatakan, “Saya ingin membunuh seseorang. Siapa saja. Saya tidak peduli siapa.” Ia juga menyatakan, “Saya ingin kabur dari lingkungan rumah yang rumit. Saya ingin masuk pusat rehabilitasi anak.”

Remaja tersebut memiliki riwayat masalah perilaku dan pernah beberapa kali berurusan dengan pihak kepolisian. Awal tahun ini, ia beberapa kali kabur dari rumah, hingga keluarganya meminta bantuan Kepolisian Prefektur Chiba. Sejak saat itu, polisi rutin mewawancarainya sebagai bagian dari program pengawasan remaja, bahkan dijadwalkan bertemu sehari setelah kejadian pembunuhan.

“Tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan melakukan kejahatan seperti ini,” ujar juru bicara kepolisian.

Pelaku sempat bergabung dengan tim bisbol sekolah, tetapi keluar setelah sekitar tiga bulan. Ia kemudian menarik diri, kerap mengabaikan anggota keluarga, dan pulang larut malam atau dini hari. Perilakunya sempat membaik setelah masuk program bimbingan kepolisian.

Remaja ini tinggal bersama kakek-neneknya, ayah, dan dua saudara kandungnya. Sang kakek mengatakan bahwa pada hari kejadian, cucunya sempat makan malam bersama keluarga dan bermain ponsel di ruang tamu.

“Saya rasa dia langsung pulang ke rumah setelah melakukan penyerangan,” ujar sang kakek.

Saat menggeledah rumahnya, polisi menemukan pisau di kamar pelaku. Senjata tersebut diyakini dibeli sendiri oleh remaja itu, dan bukan merupakan pisau dapur milik keluarga.

Pelaku ditahan sehari setelah kejadian dan telah mengakui semua tuduhan.

Sc : japantimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Trending on News