Menu

Dark Mode
Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang Kosakata Jepang untuk Proses Check-out Gaji Riil Pekerja Jepang Terus Turun Sepanjang 2025, Inflasi Jadi Ujian Awal Pemerintahan Sanae Takaichi Film Live-Action BLUELOCK Ungkap Pemeran Baru, Tayang di Jepang Agustus 2026 Manga Ladies on Top Diadaptasi Live-Action, Angkat Romansa dengan Peran Gender Terbalik

Entertainment

Nintendo dan Capcom Gencarkan Adaptasi Film dari Game Ikonik Mereka

badge-check


					Nintendo dan Capcom Gencarkan Adaptasi Film dari Game Ikonik Mereka Perbesar

Dua pengembang game besar Jepang, Nintendo Co. dan Capcom Co., semakin gencar membawa karakter serta dunia game legendaris mereka ke layar lebar.

Nintendo berencana merilis film animasi “The Super Mario Galaxy Movie” pada April 2026, disusul adaptasi live-action “The Legend of Zelda” yang dijadwalkan tayang pada Mei 2027.

Pada Agustus lalu, Nintendo juga melakukan restrukturisasi pada salah satu anak perusahaannya untuk memperkuat bisnis yang berkaitan dengan event langsung dan merchandise berbasis karakter film.

Langkah ini diambil setelah kesuksesan besar “The Super Mario Bros. Movie” pada tahun 2023—film hasil kerja sama dengan studio animasi asal Amerika Illumination—yang menjadi hit global dan mendorong kembali penjualan game dalam seri tersebut.

Shigeru Miyamoto, kreator Super Mario sekaligus executive fellow di Nintendo, menyebut adaptasi film sebagai cara untuk menghubungkan kembali penggemar dengan dunia game sekaligus memperkuat posisi Nintendo sebagai merek global yang abadi.

“Game pada akhirnya berhenti berfungsi ketika versi baru muncul, tapi film akan tetap hidup selamanya,” ujar Miyamoto.

Sementara itu, Capcom juga melanjutkan upayanya menghidupkan game di layar lebar. Sejak film “Street Fighter” (1994) yang dibintangi Jean-Claude Van Damme, Capcom telah terlibat dalam 21 film adaptasi game. Film terbaru dalam waralaba Street Fighter dijadwalkan tayang Oktober 2026.

Capcom juga telah memproduksi adaptasi live-action dari seri populernya seperti “Resident Evil” dan “Monster Hunter.”

Menurut Hideki Yasuda, analis senior di Toyo Securities, pemanfaatan kekayaan intelektual secara efektif dapat mendiversifikasi pendapatan dan memperluas pengenalan merek.

“Dengan dunia game yang kini lintas generasi, film mampu membangkitkan nostalgia dan mendorong orang untuk membeli ulang gamenya — menciptakan efek sinergis antar media,” ujarnya.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Film Live-Action BLUELOCK Ungkap Pemeran Baru, Tayang di Jepang Agustus 2026

10 February 2026 - 15:10 WIB

Manga Ladies on Top Diadaptasi Live-Action, Angkat Romansa dengan Peran Gender Terbalik

10 February 2026 - 13:10 WIB

Film Live-Action Sakamoto Days Rilis Trailer Kedua, Pamer Adegan Aksi dan Kehidupan Sehari-hari Sakamoto

5 February 2026 - 19:30 WIB

The second season of Monarch: Legacy of Monsters will premiere on Apple TV on February 27. New episodes will debut on Fridays. Kurt Russell will return as Lee Shaw. Amber Midthunder (Prey) will play a powerful businesswoman named Isabel. The show is part of a multi-series deal with Legendary Entertainment that includes multiple spinoffs for the franchise. Entertainment news source Deadline reported in December that Apple TV is producing a prequel to Monarch: Legacy of Monsters. Joby Harold is returning to showrun the prequel at Safehouse Pictures. Tory Tunnell is also serving as executive producer alongside Harold and fellow executive producers Hiro Matsuoka and Takemasa Arita from TOHO. Kei Banno, Brian Rogers, and Kenji Okuhira are producing.

5 February 2026 - 17:10 WIB

Pengisi Suara Dragon Ball “Majin Buu”, Kōzō Shioya, Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

30 January 2026 - 11:10 WIB

Trending on Entertainment