Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Osamu Suzuki, Mantan Kepala Suzuki Motor, Wafat di Usia 94 Tahun

badge-check


					Osamu Suzuki, Mantan Kepala Suzuki Motor, Wafat di Usia 94 Tahun Perbesar

Osamu Suzuki, mantan pemimpin karismatik Suzuki Motor Corp. yang mengubah produsen kendaraan mini Jepang menjadi pemain global dengan dominasi luar biasa di pasar mobil India, meninggal dunia pada usia 94 tahun, seperti yang diumumkan perusahaan pada Jumat.

Suzuki, yang menjabat sebagai penasihat senior perusahaan, meninggal dunia akibat limfoma ganas pada Rabu di sebuah rumah sakit di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka.

Selama lebih dari 40 tahun, Osamu Suzuki memimpin Suzuki Motor sebagai presiden, ketua, atau CEO sejak 1978. Di bawah kepemimpinannya, penjualan konsolidasi perusahaan melonjak dari sekitar ¥300 miliar (Rp 39 triliun) pada 1978 menjadi lebih dari ¥3 triliun (Rp 394 triliun) pada tahun fiskal 2006.

Transformasi Suzuki Motor
Sebagai presiden, Suzuki mengambil langkah strategis bekerja sama dengan Maruti Udyog Ltd., produsen mobil milik pemerintah India saat itu, meluncurkan Maruti 800 pada Desember 1983. Mobil kecil ini memenangkan hati konsumen India karena harganya yang terjangkau dibandingkan kompetitor.
Kemitraan ini tumbuh menjadi anak perusahaan Suzuki, yang kini dikenal sebagai Maruti Suzuki India Ltd. Hingga fiskal 2023, Maruti Suzuki menguasai 41,7 persen pasar mobil India.

Suzuki fokus pada produksi kendaraan mini di Jepang dan mobil kompak di negara berkembang seperti India, Asia Tenggara, dan Eropa Tengah. Di Jepang, mobil mini, atau kei car, tetap menjadi favorit karena harga yang terjangkau dan biaya kepemilikan yang rendah. Pada 2023, segmen ini menyumbang lebih dari 30 persen penjualan mobil baru di Jepang.Suzuki memutuskan untuk menghentikan bisnis mobilnya di Amerika Serikat pada 2012 dan China pada 2018 karena preferensi pasar terhadap mobil yang lebih besar.

Ia juga membentuk aliansi strategis dengan Toyota Motor Corp. pada 2019 untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom, sebagai bagian dari transformasi industri menuju mobilitas yang terhubung, otonom, berbagi, dan listrik (CASE).Osamu Suzuki dikenal sebagai sosok visioner yang membangun budaya mobil unik Jepang melalui kendaraan mini. “Beliau adalah sosok ayah yang dihormati, yang mengembangkan kendaraan mini menjadi mobil nasional,” ujar Ketua Toyota, Akio Toyoda.

Suzuki menyerahkan jabatan presiden kepada putranya, Toshihiro Suzuki, pada 2015 di usia 85 tahun.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News