Menu

Dark Mode
Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun Game Attack on Titan 3 Resmi Rilis 10 Desember 2026, Hadirkan Pertarungan Melawan Semua Nine Titans Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

News

Osamu Suzuki, Mantan Kepala Suzuki Motor, Wafat di Usia 94 Tahun

badge-check


					Osamu Suzuki, Mantan Kepala Suzuki Motor, Wafat di Usia 94 Tahun Perbesar

Osamu Suzuki, mantan pemimpin karismatik Suzuki Motor Corp. yang mengubah produsen kendaraan mini Jepang menjadi pemain global dengan dominasi luar biasa di pasar mobil India, meninggal dunia pada usia 94 tahun, seperti yang diumumkan perusahaan pada Jumat.

Suzuki, yang menjabat sebagai penasihat senior perusahaan, meninggal dunia akibat limfoma ganas pada Rabu di sebuah rumah sakit di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka.

Selama lebih dari 40 tahun, Osamu Suzuki memimpin Suzuki Motor sebagai presiden, ketua, atau CEO sejak 1978. Di bawah kepemimpinannya, penjualan konsolidasi perusahaan melonjak dari sekitar ¥300 miliar (Rp 39 triliun) pada 1978 menjadi lebih dari ¥3 triliun (Rp 394 triliun) pada tahun fiskal 2006.

Transformasi Suzuki Motor
Sebagai presiden, Suzuki mengambil langkah strategis bekerja sama dengan Maruti Udyog Ltd., produsen mobil milik pemerintah India saat itu, meluncurkan Maruti 800 pada Desember 1983. Mobil kecil ini memenangkan hati konsumen India karena harganya yang terjangkau dibandingkan kompetitor.
Kemitraan ini tumbuh menjadi anak perusahaan Suzuki, yang kini dikenal sebagai Maruti Suzuki India Ltd. Hingga fiskal 2023, Maruti Suzuki menguasai 41,7 persen pasar mobil India.

Suzuki fokus pada produksi kendaraan mini di Jepang dan mobil kompak di negara berkembang seperti India, Asia Tenggara, dan Eropa Tengah. Di Jepang, mobil mini, atau kei car, tetap menjadi favorit karena harga yang terjangkau dan biaya kepemilikan yang rendah. Pada 2023, segmen ini menyumbang lebih dari 30 persen penjualan mobil baru di Jepang.Suzuki memutuskan untuk menghentikan bisnis mobilnya di Amerika Serikat pada 2012 dan China pada 2018 karena preferensi pasar terhadap mobil yang lebih besar.

Ia juga membentuk aliansi strategis dengan Toyota Motor Corp. pada 2019 untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom, sebagai bagian dari transformasi industri menuju mobilitas yang terhubung, otonom, berbagi, dan listrik (CASE).Osamu Suzuki dikenal sebagai sosok visioner yang membangun budaya mobil unik Jepang melalui kendaraan mini. “Beliau adalah sosok ayah yang dihormati, yang mengembangkan kendaraan mini menjadi mobil nasional,” ujar Ketua Toyota, Akio Toyoda.

Suzuki menyerahkan jabatan presiden kepada putranya, Toshihiro Suzuki, pada 2015 di usia 85 tahun.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun

4 August 2026 - 20:24 WIB

Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus

4 August 2026 - 13:10 WIB

Gelombang Panas di Jepang, Tiga Singa Kebun Binatang Tokyo Mati Diduga Akibat Heatstroke

4 August 2026 - 12:10 WIB

Mulai September, Bandara Haneda Terapkan Aturan Baru: Bagasi Harus Check-in 30 Menit Sebelum Terbang

4 August 2026 - 10:10 WIB

AS Diduga Ikut Bantu Jepang Menahan Pelemahan Yen, Kurs Langsung Menguat Tajam

3 August 2026 - 17:10 WIB

Trending on News