Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party / JIP) pada Jumat (3/10) mengumumkan akan mengakhiri pembicaraan dengan dua partai oposisi lainnya terkait kerja sama dalam pemilihan perdana menteri baru pekan depan. Keputusan ini semakin memperbesar kemungkinan bahwa pemimpin baru Jepang akan berasal dari Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa.
Fumitake Fujita, wakil ketua JIP, mengatakan dalam konferensi pers bahwa kerja sama dengan Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP) dan Partai Demokrat untuk Rakyat (DPFP) kini menjadi “sangat sulit.”
Dengan langkah ini, JIP yang merupakan partai oposisi besar justru memperkuat posisinya untuk berkoalisi dengan LDP, membuka jalan bagi partai berkuasa tersebut untuk dengan mudah memenangkan pemungutan suara dalam pemilihan perdana menteri berikutnya di parlemen Jepang.
Sc : KN







