Menu

Dark Mode
Film Reboot Live-Action Resident Evil Rilis Trailer Perdana, Tayang September 2026 Manga Romance Kontroversial “Kanojo no Tomodachi” Resmi Dapat Adaptasi Anime Tahun 2026 Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup Robot Haro dari Anime Mobile Suit Gundam Akan Dikirim ke Luar Angkasa oleh Startup Jepang Fenomena Hikikomori di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Usia Rata-rata Terus Naik Seiyuu Satomi Akesaka Umumkan Pernikahan

News

Pemerintah Jepang Tarik Iklan dari Fuji TV Menyusul Skandal Pelecehan Seksual yang Melibatkan Pembawa Acara

badge-check


					Pemerintah Jepang Tarik Iklan dari Fuji TV Menyusul Skandal Pelecehan Seksual yang Melibatkan Pembawa Acara Perbesar

Pemerintah Jepang mengumumkan pada Kamis (29/2) bahwa mereka telah menarik iklan dari Fuji Television menyusul tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan pembawa acara selebritas mereka. Keputusan ini diambil bersamaan dengan perusahaan yang memotong perkiraan laba mereka.

Dozens perusahaan telah membatalkan kontrak iklan dengan Fuji TV sejak skandal yang melibatkan mantan megabintang J-pop dan pembawa acara TV, Masahiro Nakai, muncul bulan lalu. Pemerintah memutuskan untuk “sementara menghentikan penayangan iklan di Fuji Television,” kata juru bicara pemerintah Yoshimasa Hayashi kepada wartawan.

Dua iklan yang tayang hingga Rabu (28/2) dan dua iklan lainnya yang rencananya akan ditayangkan telah ditarik “dengan mempertimbangkan situasi yang melibatkan Fuji Television,” tambah Hayashi.

Sebuah majalah tabloid terkemuka melaporkan bulan lalu bahwa Nakai diduga melakukan tindakan seksual tanpa persetujuan seorang wanita pada tahun 2023. Nakai, yang merupakan mantan anggota boy band legendaris SMAP, dilaporkan membayar wanita tersebut sebesar 90 juta yen (sekitar $570.000) dan keduanya menandatangani perjanjian kerahasiaan.

Fuji TV mendapat kritik tajam atas penanganan kasus ini, terutama setelah mengakui bahwa mereka mengetahui tuduhan tersebut sejak 2023 tetapi tetap mengizinkan Nakai tampil di acara mereka. Pada Senin (26/2), dua eksekutif puncak Fuji mengundurkan diri karena “gagal memberikan perhatian yang memadai” akibat “kurangnya kesadaran akan hak asasi manusia.”

Perusahaan mengadakan konferensi pers yang berlangsung sekitar 10 jam hingga pukul 02.00 dini hari, dihadiri oleh ratusan wartawan. Sementara itu, perusahaan induk Fuji Media pada Kamis (29/2) memotong perkiraan pendapatan mereka. Mereka memproyeksikan laba bersih tahunan sebesar 9,8 miliar yen, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 29,0 miliar yen.

Nakai mengeluarkan pernyataan awal bulan ini yang menyatakan bahwa sebagian dari laporan media “tidak sesuai dengan fakta.” Minggu lalu, pria berusia 52 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia hiburan.

Kasus ini juga menyoroti praktik di stasiun TV lain, dengan media lokal melaporkan bahwa acara makan malam dan pesta minum yang melibatkan selebritas dan wanita muda adalah hal yang umum. Stasiun TV lain, termasuk Nippon TV, telah mengumumkan investigasi internal mereka untuk memeriksa apakah acara serupa antara selebritas dan wanita pernah terjadi.

Sc  : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Impor Minyak Rusia Lagi Setelah Jalur Hormuz Tertutup

7 May 2026 - 14:10 WIB

Fenomena Hikikomori di Jepang Makin Mengkhawatirkan, Usia Rata-rata Terus Naik

6 May 2026 - 15:10 WIB

4 WNI Pendaki Berhasil Diselamatkan dari Gunung Ainodake, Dua Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

6 May 2026 - 13:10 WIB

Penumpang Asal Jepang Ikut Terdampak Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

6 May 2026 - 10:10 WIB

Bandai Namco Entertainment Umumkan DLC Kunimitsu untuk Tekken 8, Rilis Awal Akhir Mei

5 May 2026 - 17:10 WIB

Trending on News