Menu

Dark Mode
Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban 3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

News

Pemilik Toko Pijat Tokyo Diadukan ke Jaksa Atas Dugaan Eksploitasi Anak Thailand

badge-check


					Pemilik Toko Pijat Tokyo Diadukan ke Jaksa Atas Dugaan Eksploitasi Anak Thailand Perbesar

Pemilik toko pijat di Tokyo yang menawarkan layanan seksual telah diserahkan kepada jaksa atas dugaan mempekerja paksa seorang gadis Thailand berusia 12 tahun, termasuk memaksanya memberikan pijat seksual kepada dirinya sendiri. Divisi Keamanan Publik Kepolisian Metropolitan Tokyo (MPD) mengajukan berkas untuk Masayuki Hosono (51) dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Kesejahteraan Anak karena tidak memverifikasi usia korban saat mempekerjakannya serta menyuruhnya melakukan tindakan tidak senonoh kepada pelanggan pria di toko pijat swasta di Distrik Bunkyo antara 30 Juni hingga 13 Agustus.

Pada 10 Agustus, Hosono diduga meminta korban memberikan pijat seksual kepadanya. Pelaku dilaporkan telah mengakui tuduhan tersebut. Sementara itu, surat penangkapan juga telah dikeluarkan untuk ibu korban (29) yang saat ini ditahan di Taiwan, dengan tuduhan menyerahkan anaknya ke toko pijat tersebut. Otoritas menyelidiki insiden ini sebagai kasus perdagangan manusia untuk tujuan seksual.

Menurut MPD, gadis tersebut bekerja di toko pijat selama lebih dari sebulan setelah tiba di Jepang pada Juni, kemudian berpindah-pindah antar toko pijat di wilayah Kanto sebelum akhirnya kembali ke lokasi awal karena mendapatkan makanan dan tempat tinggal. Korban mengatakan kepada penyidik, “Presiden (Hosono) meminta saya memberikan pijat. Saya merasa harus melakukannya karena takut diusir jika menolak.” Hosono sebelumnya telah ditangkap dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Standar Tenaga Kerja dan Undang-Undang Pengendalian Usaha Hiburan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News