Menu

Dark Mode
Trailer Film Live-Action “Street Fighter” Rilis, Jason Momoa Jadi Blanka! Honda Jual Mobil Listrik Buatan China di Jepang, Pertama Kalinya untuk Pasar Domestik Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik Kasus Bocah Hilang di Kyoto Terungkap, Ayah Tiri Akui Membunuh Korban Sekuel “Godzilla Minus One” Resmi Diumumkan, Berlatar 1949 dan Tayang 2026 Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan

News

Penduduk Asing di Okinawa Naik 50% Berkat Peluang Kerja di Industri Perhotelan

badge-check


					Penduduk Asing di Okinawa Naik 50% Berkat Peluang Kerja di Industri Perhotelan Perbesar

Jumlah penduduk asing di Prefektur Okinawa, Jepang, melonjak hingga 50% dalam dua setengah tahun terakhir. Para pekerja asing berbondong-bondong memanfaatkan peluang kerja di sektor perhotelan dan industri lainnya yang terdampak kekurangan tenaga kerja.

“Sambutan hangat di Pulau Seragaki,” ujar Muhammad Irfan, seorang karyawan asal Indonesia yang bekerja di Hyatt Regency Seragaki Island. Irfan bertugas melayani tamu VIP di hotel tersebut.

Memasuki tahun keduanya di resort itu, setelah sebelumnya bekerja di hotel lain di prefektur tersebut, Irfan kini mengawasi empat karyawan lainnya, termasuk staf dari Jepang.

Sementara itu, laporan pemerintah Jepang menunjukkan bahwa Okinawa menjadi salah satu wilayah yang paling banyak menerima pekerja asing dalam beberapa tahun terakhir. Industri pariwisata dan perhotelan di prefektur ini bergantung pada tenaga kerja asing, terutama dari negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Di hotel-hotel besar seperti Hilton Okinawa dan Ritz-Carlton, para pekerja asing kini mengisi berbagai posisi, mulai dari housekeeping hingga manajemen tamu. “Kami tidak hanya merekrut mereka untuk mengisi kekosongan, tetapi juga untuk membawa perspektif budaya yang beragam,” kata seorang manajer dari salah satu hotel ternama di Okinawa.

Selain perhotelan, pekerja asing juga mulai terlihat di sektor retail dan restoran, yang mengalami lonjakan permintaan karena meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan internasional pasca-pandemi. Pemerintah lokal Okinawa kini sedang mempertimbangkan program pelatihan bahasa Jepang tambahan untuk memudahkan adaptasi para pekerja asing.

Sc : asia.nikkei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jalur Alpen Tateyama Kembali Dibuka, Tembok Salju Setinggi 12 Meter Jadi Daya Tarik

17 April 2026 - 10:10 WIB

Kasus Bocah Hilang di Kyoto Terungkap, Ayah Tiri Akui Membunuh Korban

17 April 2026 - 09:42 WIB

Suntory Akuisisi Perusahaan Obat Jepang Rp25 Triliun, Bidik Bisnis Kesehatan

16 April 2026 - 14:10 WIB

Bocah 11 Tahun yang Hilang di Kyoto Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan

16 April 2026 - 11:10 WIB

Paviliun Indonesia Hadir di Fashion World Tokyo 2026, Raih Penghargaan Desain Jepang

16 April 2026 - 06:44 WIB

Trending on News