Menu

Dark Mode
Jalan Tol di Kumamoto Rusak Akibat Gempa, Perbaikan Diperkirakan Butuh Minimal 2 Tahun 35 Persen Anak Muda Jepang Tak Berniat Menikah, Khawatir soal Penghasilan hingga Kehilangan Waktu Luang Toyohiro Akiyama, Orang Jepang Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa, Meninggal Dunia Jepang Akan Luncurkan Kereta Wisata Mewah dengan Sajian Masakan Prancis Hampir 5.000 Produk Makanan dan Minuman di Jepang Akan Naik Harga pada September Game Mobile Attack on Titan: Brave Order Akan Tutup Layanan pada 28 September

News

Penduduk Asing di Okinawa Naik 50% Berkat Peluang Kerja di Industri Perhotelan

badge-check


					Penduduk Asing di Okinawa Naik 50% Berkat Peluang Kerja di Industri Perhotelan Perbesar

Jumlah penduduk asing di Prefektur Okinawa, Jepang, melonjak hingga 50% dalam dua setengah tahun terakhir. Para pekerja asing berbondong-bondong memanfaatkan peluang kerja di sektor perhotelan dan industri lainnya yang terdampak kekurangan tenaga kerja.

“Sambutan hangat di Pulau Seragaki,” ujar Muhammad Irfan, seorang karyawan asal Indonesia yang bekerja di Hyatt Regency Seragaki Island. Irfan bertugas melayani tamu VIP di hotel tersebut.

Memasuki tahun keduanya di resort itu, setelah sebelumnya bekerja di hotel lain di prefektur tersebut, Irfan kini mengawasi empat karyawan lainnya, termasuk staf dari Jepang.

Sementara itu, laporan pemerintah Jepang menunjukkan bahwa Okinawa menjadi salah satu wilayah yang paling banyak menerima pekerja asing dalam beberapa tahun terakhir. Industri pariwisata dan perhotelan di prefektur ini bergantung pada tenaga kerja asing, terutama dari negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Di hotel-hotel besar seperti Hilton Okinawa dan Ritz-Carlton, para pekerja asing kini mengisi berbagai posisi, mulai dari housekeeping hingga manajemen tamu. “Kami tidak hanya merekrut mereka untuk mengisi kekosongan, tetapi juga untuk membawa perspektif budaya yang beragam,” kata seorang manajer dari salah satu hotel ternama di Okinawa.

Selain perhotelan, pekerja asing juga mulai terlihat di sektor retail dan restoran, yang mengalami lonjakan permintaan karena meningkatnya jumlah wisatawan domestik dan internasional pasca-pandemi. Pemerintah lokal Okinawa kini sedang mempertimbangkan program pelatihan bahasa Jepang tambahan untuk memudahkan adaptasi para pekerja asing.

Sc : asia.nikkei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jalan Tol di Kumamoto Rusak Akibat Gempa, Perbaikan Diperkirakan Butuh Minimal 2 Tahun

2 September 2026 - 11:10 WIB

35 Persen Anak Muda Jepang Tak Berniat Menikah, Khawatir soal Penghasilan hingga Kehilangan Waktu Luang

2 September 2026 - 09:40 WIB

Toyohiro Akiyama, Orang Jepang Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa, Meninggal Dunia

2 September 2026 - 06:48 WIB

Jepang Akan Luncurkan Kereta Wisata Mewah dengan Sajian Masakan Prancis

2 September 2026 - 06:32 WIB

Hampir 5.000 Produk Makanan dan Minuman di Jepang Akan Naik Harga pada September

1 September 2026 - 18:10 WIB

Trending on News