Menu

Dark Mode
Kata Jepang di Konbini yang Sering Bikin Orang Asing Bingung Anime Orisinal Candy Caries Ungkap Teaser Kedua, Daftar Pengisi Suara, dan Jadwal Tayang April Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

News

Peneliti di Universitas Kyoto Kembangkan Protein Baru untuk Cegah Sel Kanker

badge-check


					Cancer cells, illustration. Perbesar

Cancer cells, illustration.

Kelompok riset dari Universitas Kyoto berhasil mengembangkan protein baru bernama Crunch (Connector for Removal of Unwanted Cell Habitat) yang dapat menandai sel kanker sehingga lebih mudah dihapus oleh sistem imun.

Setiap hari, lebih dari 10 miliar sel dalam tubuh manusia menjalankan fungsinya, mati, lalu dibersihkan oleh sel imun yang disebut makrofag. Namun, ketika sel yang tidak lagi dibutuhkan menumpuk akibat penuaan atau faktor lain, hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker dan penyakit autoimun.

Protein Crunch bekerja dengan menempel pada sel-sel yang tidak diinginkan, memudahkan makrofag untuk mengenali dan membuangnya. Struktur protein ini dapat dimodifikasi agar menargetkan berbagai jenis sel berbahaya.

Dalam percobaan pada tikus yang menderita kanker kulit atau penyakit autoimun, protein Crunch terbukti menekan pertumbuhan sel berbahaya atau mengurangi jumlahnya. Temuan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional Nature Biomedical Engineering.

Tim riset berharap dapat memulai uji klinis pada manusia dalam tiga tahun ke depan, dengan tujuan penerapan praktis teknologi ini pada dekade 2030-an.

“Sel kanker saat ini dibunuh melalui kemoterapi atau sel imun sebelum akhirnya dibersihkan,” ujar Profesor Jun Suzuki, pakar biologi membran sel. Ia menambahkan bahwa protein Crunch “akan memungkinkan sel kanker disingkirkan secara efektif selagi masih hidup, membuka kemungkinan bentuk pengobatan baru.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040

19 February 2026 - 09:36 WIB

Trending on News