Kastel Kumamoto di Jepang barat daya masih kesulitan menarik kembali wisatawan meski telah dibuka kembali sekitar dua minggu setelah gempa kuat mengguncang Prefektur Kumamoto.
Menurut Pemerintah Kota Kumamoto, sejak dibuka kembali pada 13 hingga 27 Agustus, kastel tersebut dikunjungi sekitar 32.400 orang. Jumlah ini hanya sekitar setengah dari jumlah pengunjung pada periode yang sama tahun 2025.
Pariwisata menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di Kumamoto dan wilayah Kyushu. Karena itu, dampak gempa yang masih terasa membuat pelaku usaha dan warga setempat khawatir terhadap pemulihan ekonomi daerah.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 pada 28 Juli menyebabkan dinding batu di kompleks Kastel Kumamoto runtuh di sekitar 40 lokasi. Gempa ini terjadi ketika proses pemulihan kastel akibat gempa besar tahun 2016 masih berlangsung dan dijadwalkan berlanjut hingga tahun fiskal 2052.
Seorang pengelola toko di sekitar kastel mengatakan penjualannya kini hanya sekitar 20 persen dibandingkan sebelum gempa. Pelaku usaha lainnya juga mengkhawatirkan pembatalan kunjungan wisata sekolah yang biasanya meningkat pada musim ini.
Pemerintah Jepang berencana meluncurkan program subsidi perjalanan pada Oktober untuk mendorong wisatawan berkunjung ke Kyushu. Program serupa yang diterapkan setelah gempa Kumamoto tahun 2016 sebelumnya turut membantu memulihkan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Sc : KN








