Dalam percakapan telepon pertamanya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sejak menjabat bulan lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, percakapan selama 30 menit tersebut mencakup komitmen Jepang untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi Ukraina serta upaya mencapai perdamaian yang adil dan langgeng.
Zelenskyy menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jepang selama ini, dan kedua pemimpin menegaskan komitmen mereka untuk terus bekerja sama secara erat. Kedua pihak juga membahas cara memperkuat kerjasama dalam meningkatkan keamanan dan pembangunan di negara dan kawasan masing-masing, dengan mencatat bahwa perang Rusia membahayakan seluruh dunia.
Jepang konsisten mendukung Ukraina sejak invasi penuh Rusia pada Februari 2022, dengan memandang keamanan Eropa dan Indo-Pasifik saling terhubung. Sebagai anggota Kelompok Tujuh, Jepang telah menerapkan sanksi ekonomi terhadap Rusia, termasuk pembekuan aset.
Baru-baru ini, Jepang juga mengumumkan langkah-langkah untuk membantu Ukraina mengatasi dampak ranjau darat, termasuk pelatihan personel pembersihan ranjau dan peningkatan layanan medis bagi korban. Zelenskyy secara khusus menyampaikan terima kasih atas kesediaan Jepang menyediakan peralatan untuk mendukung sektor energi Ukraina menjelang musim dingin.
Di hari yang sama, Takaichi juga melakukan percakapan telepon pertamanya dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, menyatakan hasratnya untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi seiring dengan kemajuan kerjasama di bidang keamanan dan ekonomi.
Sc : KN







