Pertarungan untuk memilih pemimpin baru Partai Demokrat Liberal (LDP) Jepang secara resmi dimulai pada Senin (9/9), dengan sejumlah tokoh besar seperti mantan Menteri Keamanan Ekonomi Sanae Takaichi dan Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi muncul sebagai kandidat utama.
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru
Pemilihan presiden partai diperkirakan akan menampilkan beberapa kandidat yang juga ikut serta dalam pemilihan 2024, termasuk Takaichi—yang berharap menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang, Hayashi, mantan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, serta Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi.
Menyusul pengumuman Perdana Menteri Shigeru Ishiba bahwa ia akan mengundurkan diri, LDP diperkirakan akan segera menentukan jadwal pemilihan pemimpin. Menurut sumber partai, sedang disusun rencana agar anggota partai di tingkat akar rumput juga dapat ikut memberikan suara.
Di internal LDP—yang hampir terus-menerus memegang kekuasaan sejak 1955—terdapat rencana untuk memulai kampanye resmi pada 22 September dan menggelar pemungutan suara serta penghitungan pada 4 Oktober, jika anggota akar rumput turut dilibatkan.
Pada Senin pagi, Motegi menjadi politisi pertama yang secara resmi mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden mendatang. Sementara itu, Koizumi—yang dikenal sebagai politisi reformis—masih enggan menyatakan secara jelas apakah ia akan maju.
Ishiba menyampaikan pada Minggu bahwa ia akan mengundurkan diri setelah kekalahan telak dalam pemilihan Majelis Tinggi pada 20 Juli, ketika koalisi berkuasa kehilangan mayoritasnya. Koalisi tersebut sebelumnya juga sudah menjadi minoritas di Majelis Rendah.
Takaichi dikenal sebagai politisi konservatif yang memiliki pandangan hawkish mirip dengan mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe, yang tewas dibunuh pada 2022. Tahun lalu, ia didukung terutama oleh politisi yang dekat dengan Abe. Untuk bisa maju, setiap kandidat harus mendapatkan rekomendasi dari sedikitnya 20 anggota parlemen LDP.
Meski sempat diragukan karena beberapa pendukungnya kehilangan kursi dalam dua pemilu terakhir, Takaichi dipastikan tetap maju kembali, menurut sumber dekatnya.
Motegi, yang pernah disebut Presiden AS Donald Trump sebagai negosiator tangguh, mengatakan kepada wartawan bahwa ia ingin “memberikan yang terbaik sebagai seseorang dengan berbagai pengalaman di pemerintahan dan partai.” Mantan Sekjen LDP dan eks-konsultan lulusan Harvard ini menambahkan bahwa ia akan segera menggelar konferensi pers untuk menjelaskan visinya membawa LDP keluar dari status minoritas di parlemen.
Hayashi, yang juga lulusan Harvard dan pernah menjabat sebagai menteri luar negeri, disebutkan akan ikut serta, meski kepada wartawan ia hanya mengatakan akan “berdiskusi secara mendalam dengan para pendukungnya” dari pemilihan sebelumnya.
Koizumi, putra mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi dan tokoh penting dalam penanganan kenaikan harga beras, menyatakan akan “mempertimbangkan dengan cermat apa yang bisa dilakukan untuk mencapai persatuan dalam partai.” Ia disebut berperan dalam meyakinkan Ishiba agar mundur.
Di tengah manuver politik ini, Ishiba menyebut bahwa ia menerima kenyataan bahwa anggota kabinetnya mencalonkan diri sebagai hal yang wajar. Beberapa sekutu terdekatnya menyatakan penyesalan atas pengunduran dirinya. Menteri Luar Negeri Takeshi Iwaya mengakui bahwa ia “tidak cukup kuat” untuk mendukung Ishiba melewati krisis kepemimpinan tersebut.
Sc ; mainichi







