Perusahaan konstruksi Sakai Co. di Kota Oita mulai mengadakan pelajaran dialek lokal Oita untuk para karyawan asing mereka. Langkah ini dilakukan agar para pekerja lebih mudah beradaptasi dan berkomunikasi dengan masyarakat setempat.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut aktif merekrut pekerja asing untuk menghadapi masyarakat Jepang yang semakin beragam. Setelah menerima tambahan pekerja dari Nepal dan Myanmar sejak 2025, kini total ada enam karyawan asing yang bekerja di perusahaan tersebut.
Namun, perusahaan menemukan bahwa komunikasi menggunakan dialek lokal Oita menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja asing.
Pada 30 April lalu, perusahaan mengadakan “kelas dialek Oita” pertama di kantor pusat mereka. Salah satu materi yang diajarkan adalah ungkapan:
“Kono gohan shinken oishii.”
Dalam dialek Oita, kata shinken berarti “sangat” atau “banget”. Namun dalam bahasa Jepang standar atau terjemahan AI, kata itu bisa disalahartikan sebagai kanji 真剣 yang berarti “serius”.
Para peserta juga belajar akhiran khas dialek Oita seperti “ken” dan “chon” yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Salah satu peserta asal Nepal, Bhote Salakha Sukche (25), mengatakan ia ingin serius mempelajari dialek tersebut karena mulai Agustus nanti dirinya akan mengunjungi rumah pelanggan secara langsung.
Perusahaan berencana terus mengadakan pelajaran dialek ini sebagai bagian dari pelatihan karyawan baru. Mereka berharap para pekerja asing bisa lebih dekat dengan pelanggan maupun rekan kerja lokal, dan perlahan menganggap Oita sebagai “kampung halaman kedua” mereka.
Sc : mainichi







