Menu ✖

Dark Mode
JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Baru Bernama “Teppay” pada 20 Oktober Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

News

PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan ke Donald Trump: Jepang Masih Akan Impor Gas Alam dari Rusia 🇯🇵

badge-check


					PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan ke Donald Trump: Jepang Masih Akan Impor Gas Alam dari Rusia 🇯🇵 Perbesar

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Jepang akan tetap mengimpor gas alam cair (LNG) dari Rusia untuk sementara waktu, menurut sumber pemerintah Jepang pada Rabu (2/10).

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral pertama antara Takaichi dan Trump di Tokyo pada Selasa (1/10). Amerika Serikat sebelumnya telah mendesak Jepang untuk menghentikan impor energi dari Rusia sebagai bentuk dukungan terhadap sanksi internasional atas invasi Moskow ke Ukraina sejak 2022.

Namun, Takaichi menyampaikan bahwa penghentian impor tersebut berisiko menyebabkan kekurangan energi dalam negeri, mengingat peran besar LNG dalam pembangkit listrik dan pasokan gas kota di Jepang.

📊 Pada 2024, LNG asal Rusia menyumbang sekitar 8,6% dari total impor LNG Jepang. Sebagian besar pasokan itu berasal dari proyek Sakhalin 2 di Rusia Timur Jauh, di mana dua perusahaan Jepang masih memiliki saham, bahkan setelah perusahaan energi Inggris Shell menarik diri usai invasi Rusia ke Ukraina.

Kebijakan Jepang ini menuai kritik karena dianggap secara tidak langsung membantu pendanaan perang Rusia, sementara Uni Eropa berencana menghentikan seluruh pembelian LNG Rusia pada akhir 2026.

Sanae Takaichi — perdana menteri wanita pertama Jepang yang dikenal berpandangan konservatif — memiliki pandangan keras soal diplomasi dan keamanan yang sejalan dengan mendiang mantan PM Shinzo Abe. Abe sendiri pernah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin sebanyak 27 kali antara 2012 hingga 2020, dalam upaya menyelesaikan sengketa wilayah Kepulauan Kuril (Northern Territories) yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Takaichi kini mewarisi isu perbatasan yang belum terselesaikan itu, yang terus menjadi penghalang bagi penandatanganan perjanjian damai pascaperang antara Jepang dan Rusia.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News