Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan di hadapan parlemen (Diet) pada 2 Maret bahwa Jepang memiliki cadangan minyak yang cukup untuk 254 hari. Ia menegaskan pemerintah akan memastikan pasokan energi tetap stabil di tengah penutupan Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat Komite Anggaran Majelis Rendah (House of Representatives) menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Terkait penutupan efektif Strait of Hormuz, jalur vital pasokan energi ke Jepang, Takaichi mengatakan pemerintah sedang “mengumpulkan informasi.”
Ia menjelaskan bahwa sejumlah kapal tanker minyak mentah tujuan Jepang saat ini masih bersiaga di Teluk Persia, serta memastikan bahwa “keselamatan awak kapal di perairan sekitar telah terjamin.”
Meski terdapat kekhawatiran mengenai dampak ekonomi, Takaichi menekankan bahwa dengan cadangan minyak yang ada, pemerintah akan berupaya meminimalkan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
“Kami akan memastikan pasokan energi yang stabil bagi negara kami. Langkah-langkah yang diperlukan akan segera diambil,” ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan dari Satoshi Asano dari Democratic Party for the People.
Sc : mainichi








