Menu

Dark Mode
Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober Kesalahan Umum Saat Ganti Jalur Kereta di Jepang Film Live-Action Kingdom ke-5 Umumkan Judul dan Jadwal Tayang, Rilis Juli 2026

News

PM Jepang Desak Iran Tempuh Jalur Diplomatik Usai Serangan AS–Israel

badge-check


					PM Jepang Desak Iran Tempuh Jalur Diplomatik Usai Serangan AS–Israel Perbesar

Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Senin mendesak Iran untuk mencari “solusi diplomatik” di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Teheran.

Dalam rapat komite parlemen, Takaichi menuntut Iran menghentikan tindakan yang “mengguncang stabilitas kawasan”, termasuk pengembangan senjata nuklir yang ia sebut “sama sekali tidak dapat diterima”, serta serangan terhadap negara-negara di sekitarnya.

“Kami akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk meredakan situasi secepat mungkin dan terus melakukan segala upaya diplomatik yang diperlukan,” ujarnya. Ia tidak secara langsung menyampaikan pandangan mengenai serangan akhir pekan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat—sekutu keamanan dekat Jepang—dan Israel.

Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengatakan dalam sidang Diet bahwa sejauh ini tidak ada laporan korban warga Jepang di Iran. Pemerintah juga tengah mempersiapkan kemungkinan operasi evakuasi bagi warga negara Jepang di kawasan tersebut.

Sekitar 200 warga Jepang tinggal di Iran, sementara total 7.700 warga Jepang berada di negara-negara yang menjadi sasaran serangan Iran, tambah Motegi.

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan Kedutaan Besar Jepang di Israel berencana mengoperasikan bus evakuasi secepatnya pada Senin. Namun, evakuasi skala besar di Iran dinilai sulit karena bandara ditutup dan jalur darat berbahaya.

Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah, Jepang memiliki kepentingan vital terhadap stabilitas kawasan. Pemerintah Jepang juga memantau secara ketat situasi di Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak penting bagi Jepang.

Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan menyerang sedikitnya tiga kapal tanker minyak milik Amerika Serikat dan Inggris di kawasan tersebut, menurut media pemerintah Iran. Lebih dari 200 kapal, termasuk tanker minyak dan gas alam cair, dilaporkan berlabuh di sekitar Selat Hormuz hingga Minggu, berdasarkan data pelayaran.

Perkembangan terbaru terjadi setelah serangan udara akhir pekan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi tersebut bertujuan menghilangkan “ancaman yang segera terjadi” dari pemerintah Iran.

Komando Pusat AS menyebut tiga personel militer Amerika tewas dan lima lainnya luka berat dalam operasi yang dinamai “Operation Epic Fury”, menandai korban militer AS pertama yang dikonfirmasi dalam konflik tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

13 March 2026 - 10:10 WIB

Rencana Penggunaan Ulang 150 Bus Listrik Expo Osaka Ditunda karena Masalah Keamanan

12 March 2026 - 12:10 WIB

Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

12 March 2026 - 08:18 WIB

Dua Pendaki Asing Jatuh di Gunung Fuji Saat Musim Pendakian Ditutup, Satu Alami Luka Serius

11 March 2026 - 15:10 WIB

JR East Kembangkan Peredam Khusus untuk Kurangi Risiko Kereta Shinkansen Anjlok Saat Gempa

11 March 2026 - 10:10 WIB

Trending on News