Menu

Dark Mode
Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1 Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang Dua Topan Dekati Jepang, Hujan Lebat Ancam Sejumlah Wilayah dan Ganggu Transportasi Teaser Perdana Remake Anime One Piece Dirilis, Mayumi Tanaka Kembali Isi Suara Luffy

News

PM Jepang Desak Iran Tempuh Jalur Diplomatik Usai Serangan AS–Israel

badge-check


					PM Jepang Desak Iran Tempuh Jalur Diplomatik Usai Serangan AS–Israel Perbesar

Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Senin mendesak Iran untuk mencari “solusi diplomatik” di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Teheran.

Dalam rapat komite parlemen, Takaichi menuntut Iran menghentikan tindakan yang “mengguncang stabilitas kawasan”, termasuk pengembangan senjata nuklir yang ia sebut “sama sekali tidak dapat diterima”, serta serangan terhadap negara-negara di sekitarnya.

“Kami akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk meredakan situasi secepat mungkin dan terus melakukan segala upaya diplomatik yang diperlukan,” ujarnya. Ia tidak secara langsung menyampaikan pandangan mengenai serangan akhir pekan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat—sekutu keamanan dekat Jepang—dan Israel.

Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengatakan dalam sidang Diet bahwa sejauh ini tidak ada laporan korban warga Jepang di Iran. Pemerintah juga tengah mempersiapkan kemungkinan operasi evakuasi bagi warga negara Jepang di kawasan tersebut.

Sekitar 200 warga Jepang tinggal di Iran, sementara total 7.700 warga Jepang berada di negara-negara yang menjadi sasaran serangan Iran, tambah Motegi.

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan Kedutaan Besar Jepang di Israel berencana mengoperasikan bus evakuasi secepatnya pada Senin. Namun, evakuasi skala besar di Iran dinilai sulit karena bandara ditutup dan jalur darat berbahaya.

Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah, Jepang memiliki kepentingan vital terhadap stabilitas kawasan. Pemerintah Jepang juga memantau secara ketat situasi di Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak penting bagi Jepang.

Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan menyerang sedikitnya tiga kapal tanker minyak milik Amerika Serikat dan Inggris di kawasan tersebut, menurut media pemerintah Iran. Lebih dari 200 kapal, termasuk tanker minyak dan gas alam cair, dilaporkan berlabuh di sekitar Selat Hormuz hingga Minggu, berdasarkan data pelayaran.

Perkembangan terbaru terjadi setelah serangan udara akhir pekan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi tersebut bertujuan menghilangkan “ancaman yang segera terjadi” dari pemerintah Iran.

Komando Pusat AS menyebut tiga personel militer Amerika tewas dan lima lainnya luka berat dalam operasi yang dinamai “Operation Epic Fury”, menandai korban militer AS pertama yang dikonfirmasi dalam konflik tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang

26 June 2026 - 18:00 WIB

Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1

26 June 2026 - 12:34 WIB

Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang

26 June 2026 - 12:10 WIB

Dua Topan Dekati Jepang, Hujan Lebat Ancam Sejumlah Wilayah dan Ganggu Transportasi

26 June 2026 - 10:10 WIB

Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras

25 June 2026 - 14:30 WIB

Trending on News