Menu

Dark Mode
Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026 Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX Jepang Berencana Tambahkan Sektor Penerbangan dalam Program Pekerja Asing Mulai 2027

News

Popularitas Pisau Sakai Meningkat, Didukung Wisatawan Asing

badge-check


					Popularitas Pisau Sakai Meningkat, Didukung Wisatawan Asing Perbesar

Popularitas pisau buatan kota Sakai di Jepang bagian barat semakin meningkat di dunia, dengan wisatawan asing turut mendorong penjualan merek lokal ini, yang dianggap sebagai salah satu dari tiga pisau tradisional terbaik di Jepang.

Museum Sakai Traditional Crafts mencatat bahwa penjualan tahunan pisau mereka melampaui 100 juta yen untuk pertama kalinya pada tahun fiskal 2023 dan diperkirakan akan mencapai rekor baru tahun ini. Wisatawan asing dari Amerika Serikat, Prancis, dan negara lainnya menyumbang setengah dari total penjualan.

Menurut museum yang dikelola oleh pemerintah kota, sejarah pisau Sakai dapat ditelusuri hingga periode Kofun (abad ke-3 hingga ke-7), ketika para pandai besi berkumpul di daerah tersebut untuk menempa alat besi guna membangun makam bagi kelas penguasa. Salah satu makam tersebut adalah gundukan berbentuk lubang kunci yang kini dikelola oleh Badan Rumah Tangga Kekaisaran sebagai makam Kaisar Nintoku dan telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Industri pisau Sakai berkembang pesat pada akhir abad ke-16 setelah tembakau diperkenalkan ke Jepang oleh Portugis, yang mendorong permintaan akan pisau tembakau berkualitas tinggi. Akibatnya, pisau Sakai mendapatkan pengakuan resmi dari Shogun Tokugawa, status yang bertahan hingga tahun 1868.

Berbeda dengan pisau produksi massal, pisau Sakai dibuat secara handmade oleh para pengrajin yang memiliki keahlian khusus dalam menempa, menajamkan, dan membuat gagang pisau—dengan setiap tahap dilakukan secara terpisah.

Hingga kini, pisau Sakai tetap dibuat dengan teknik tradisional yang diwariskan turun-temurun dan banyak digunakan oleh para koki profesional di Jepang.

“Wisatawan asing tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli kisah di baliknya,” ujar Eric Chevallier, 35 tahun, koordinator penjualan internasional di Sakai City Industrial Promotion Center.

Chevallier, yang berasal dari Prancis, sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjelaskan detail setiap pisau kepada pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam tentang pisau tersebut.

“Dengan mengetahui sejarah dan proses pembuatan pisau yang mereka beli, para wisatawan dapat membayangkan latar belakangnya saat menggunakannya di negara asal mereka,” tambahnya.

Banyak wisatawan asing membeli hingga puluhan pisau sebagai suvenir untuk keluarga dan teman, dengan pisau yang memiliki motif gelombang pada bilahnya menjadi yang paling populer.

Menurut data kota Sakai, nilai penjualan pisau di museum meningkat dari 20 juta yen pada tahun fiskal 2021 (di tengah pandemi COVID-19) menjadi 80 juta yen pada tahun berikutnya, dan mencapai 140 juta yen pada tahun fiskal terbaru.

“Prioritas utama kami adalah memberikan layanan terbaik. Kami berusaha menjelaskan latar belakang setiap pisau dengan cermat kepada setiap pelanggan agar mereka dapat menggunakannya selama bertahun-tahun,” kata Misa Endo, direktur museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Jepang Berencana Tambahkan Sektor Penerbangan dalam Program Pekerja Asing Mulai 2027

10 September 2026 - 10:10 WIB

Trending on News