Menu ✖

Dark Mode
Game Attack on Titan 3 Rilis Desember 2026, Hadirkan Cerita Anime dari Awal hingga Akhir Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an 1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang Jepang Kembangkan Roket untuk Meluncurkan Satelit Pengganti dalam Situasi Darurat Kuromi Sanrio Bakal Debut di Film Layar Lebar Pertamanya pada 2027!

News

Popularitas Pisau Sakai Meningkat, Didukung Wisatawan Asing

badge-check


					Popularitas Pisau Sakai Meningkat, Didukung Wisatawan Asing Perbesar

Popularitas pisau buatan kota Sakai di Jepang bagian barat semakin meningkat di dunia, dengan wisatawan asing turut mendorong penjualan merek lokal ini, yang dianggap sebagai salah satu dari tiga pisau tradisional terbaik di Jepang.

Museum Sakai Traditional Crafts mencatat bahwa penjualan tahunan pisau mereka melampaui 100 juta yen untuk pertama kalinya pada tahun fiskal 2023 dan diperkirakan akan mencapai rekor baru tahun ini. Wisatawan asing dari Amerika Serikat, Prancis, dan negara lainnya menyumbang setengah dari total penjualan.

Menurut museum yang dikelola oleh pemerintah kota, sejarah pisau Sakai dapat ditelusuri hingga periode Kofun (abad ke-3 hingga ke-7), ketika para pandai besi berkumpul di daerah tersebut untuk menempa alat besi guna membangun makam bagi kelas penguasa. Salah satu makam tersebut adalah gundukan berbentuk lubang kunci yang kini dikelola oleh Badan Rumah Tangga Kekaisaran sebagai makam Kaisar Nintoku dan telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Industri pisau Sakai berkembang pesat pada akhir abad ke-16 setelah tembakau diperkenalkan ke Jepang oleh Portugis, yang mendorong permintaan akan pisau tembakau berkualitas tinggi. Akibatnya, pisau Sakai mendapatkan pengakuan resmi dari Shogun Tokugawa, status yang bertahan hingga tahun 1868.

Berbeda dengan pisau produksi massal, pisau Sakai dibuat secara handmade oleh para pengrajin yang memiliki keahlian khusus dalam menempa, menajamkan, dan membuat gagang pisau—dengan setiap tahap dilakukan secara terpisah.

Hingga kini, pisau Sakai tetap dibuat dengan teknik tradisional yang diwariskan turun-temurun dan banyak digunakan oleh para koki profesional di Jepang.

“Wisatawan asing tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli kisah di baliknya,” ujar Eric Chevallier, 35 tahun, koordinator penjualan internasional di Sakai City Industrial Promotion Center.

Chevallier, yang berasal dari Prancis, sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjelaskan detail setiap pisau kepada pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam tentang pisau tersebut.

“Dengan mengetahui sejarah dan proses pembuatan pisau yang mereka beli, para wisatawan dapat membayangkan latar belakangnya saat menggunakannya di negara asal mereka,” tambahnya.

Banyak wisatawan asing membeli hingga puluhan pisau sebagai suvenir untuk keluarga dan teman, dengan pisau yang memiliki motif gelombang pada bilahnya menjadi yang paling populer.

Menurut data kota Sakai, nilai penjualan pisau di museum meningkat dari 20 juta yen pada tahun fiskal 2021 (di tengah pandemi COVID-19) menjadi 80 juta yen pada tahun berikutnya, dan mencapai 140 juta yen pada tahun fiskal terbaru.

“Prioritas utama kami adalah memberikan layanan terbaik. Kami berusaha menjelaskan latar belakang setiap pisau dengan cermat kepada setiap pelanggan agar mereka dapat menggunakannya selama bertahun-tahun,” kata Misa Endo, direktur museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang

2 November 2026 - 11:10 WIB

Jepang Kembangkan Roket untuk Meluncurkan Satelit Pengganti dalam Situasi Darurat

2 November 2026 - 10:10 WIB

Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini

31 October 2026 - 10:30 WIB

Trending on News