Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Populasi Jepang Turun ke 120,3 Juta: Penurunan Terbesar Sejak 1950

badge-check


					Populasi Jepang Turun ke 120,3 Juta: Penurunan Terbesar Sejak 1950 Perbesar

Krisis populasi di Jepang semakin memburuk. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Senin (14/4/2025), jumlah penduduk Jepang menyusut menjadi 120,3 juta jiwa per Oktober 2024.

Dilansir dari AFP, tingkat kelahiran di Jepang termasuk yang terendah di dunia. Tren ini menyebabkan berkurangnya jumlah tenaga kerja, penurunan jumlah konsumen, serta kesulitan yang dialami dunia usaha dalam merekrut karyawan.

Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak pemerintah mulai mencatat data pembanding pada tahun 1950, menurut keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Jepang.

Pemerintah telah mencoba memberikan bantuan kepada keluarga muda yang ingin memiliki anak namun terkendala masalah ekonomi, ungkap Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi.

“Kami memahami bahwa penurunan angka kelahiran terus berlanjut karena banyak orang yang ingin membesarkan anak tidak dapat memenuhi keinginan mereka,” ujarnya dalam konferensi pers rutin pada Senin.

Jika digabungkan dengan jumlah warga negara asing, total populasi Jepang turun sebanyak 550.000 orang menjadi 123,8 juta jiwa. Ini menandai penurunan tahunan ke-14 secara berturut-turut, mencerminkan kegagalan dalam mengatasi penurunan populasi yang bersifat kronis.

Banyak anak muda Jepang memilih untuk menunda pernikahan dan memiliki anak, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ketidakpastian pekerjaan dan perubahan nilai-nilai sosial yang semakin tidak menekankan pentingnya pernikahan.

Meskipun Jepang mulai mengandalkan tenaga kerja asing muda, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan imigrasi yang ketat, hanya memperbolehkan pekerja asing tinggal untuk jangka waktu tertentu.

Hayashi menambahkan bahwa pemerintah tengah berupaya meningkatkan upah bagi generasi muda serta memperluas dukungan untuk pengasuhan anak.

“Kami akan mendorong langkah-langkah komprehensif agar masyarakat dapat menjadi tempat di mana siapa pun yang ingin memiliki anak dapat melakukannya dan membesarkan mereka dengan tenang,” katanya.

Sc : independent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News