Menu

Dark Mode
Film Anime Solo Leveling: Beyond the System Resmi Diumumkan, Lanjutkan Cerita Setelah Season 2 Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

News

Populasi Jepang Turun ke 120,3 Juta: Penurunan Terbesar Sejak 1950

badge-check


					Populasi Jepang Turun ke 120,3 Juta: Penurunan Terbesar Sejak 1950 Perbesar

Krisis populasi di Jepang semakin memburuk. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Senin (14/4/2025), jumlah penduduk Jepang menyusut menjadi 120,3 juta jiwa per Oktober 2024.

Dilansir dari AFP, tingkat kelahiran di Jepang termasuk yang terendah di dunia. Tren ini menyebabkan berkurangnya jumlah tenaga kerja, penurunan jumlah konsumen, serta kesulitan yang dialami dunia usaha dalam merekrut karyawan.

Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak pemerintah mulai mencatat data pembanding pada tahun 1950, menurut keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Jepang.

Pemerintah telah mencoba memberikan bantuan kepada keluarga muda yang ingin memiliki anak namun terkendala masalah ekonomi, ungkap Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi.

“Kami memahami bahwa penurunan angka kelahiran terus berlanjut karena banyak orang yang ingin membesarkan anak tidak dapat memenuhi keinginan mereka,” ujarnya dalam konferensi pers rutin pada Senin.

Jika digabungkan dengan jumlah warga negara asing, total populasi Jepang turun sebanyak 550.000 orang menjadi 123,8 juta jiwa. Ini menandai penurunan tahunan ke-14 secara berturut-turut, mencerminkan kegagalan dalam mengatasi penurunan populasi yang bersifat kronis.

Banyak anak muda Jepang memilih untuk menunda pernikahan dan memiliki anak, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ketidakpastian pekerjaan dan perubahan nilai-nilai sosial yang semakin tidak menekankan pentingnya pernikahan.

Meskipun Jepang mulai mengandalkan tenaga kerja asing muda, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan imigrasi yang ketat, hanya memperbolehkan pekerja asing tinggal untuk jangka waktu tertentu.

Hayashi menambahkan bahwa pemerintah tengah berupaya meningkatkan upah bagi generasi muda serta memperluas dukungan untuk pengasuhan anak.

“Kami akan mendorong langkah-langkah komprehensif agar masyarakat dapat menjadi tempat di mana siapa pun yang ingin memiliki anak dapat melakukannya dan membesarkan mereka dengan tenang,” katanya.

Sc : independent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun

4 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

4 July 2026 - 07:03 WIB

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Trending on News