Kelompok pelestarian rusa di Jepang barat mengungkapkan pada Rabu bahwa populasi rusa di Taman Nara, salah satu lokasi wisata terkenal, meningkat selama empat tahun berturut-turut, mencapai rekor tertinggi 1.465 ekor.
Namun, cedera akibat interaksi dengan rusa juga meningkat di taman, di mana pengunjung diperbolehkan memberi makan rusa menggunakan biskuit bebas gula dan ramah pencernaan yang dijual di toko sekitar, menurut pemerintah prefektur Nara, yang kini mulai memberikan peringatan kepada turis dalam berbagai bahasa.
Dalam survei visual yang dilakukan Nara Deer Preservation Foundation pada Juli, menggunakan metode yang sama sejak 1953, staf menghitung rusa di taman, tidak termasuk area terbatas.
Hasilnya: 315 rusa jantan dewasa, 816 betina, dan 334 anak rusa, dengan total meningkat 140 ekor dari tahun sebelumnya dan melampaui rekor sebelumnya sebanyak 1.388 pada 2019. Populasi rusa sempat menurun pada 2020 dan 2021 selama pandemi COVID-19.
Kelompok pelestarian menyebut tingginya jumlah anak rusa sebagai faktor utama meningkatnya populasi tahun ini.
Pemerintah prefektur mencatat, cedera pengunjung akibat interaksi dengan rusa meningkat sejak tahun fiskal 2021, dengan 159 kasus pada 2024, 111 di antaranya melibatkan turis asing. Cedera ini sering terjadi karena pengunjung terlalu sering menyentuh rusa saat berfoto atau menggoda mereka dengan menahan biskuit.
Pemerintah prefektur dan organisasi terkait telah membagikan pamflet dalam bahasa Jepang, Inggris, dan Tionghoa, meminta pengunjung tidak menyentuh atau menggoda rusa, terutama menjelang musim kawin akhir Agustus.
“Rusa di Taman Nara jinak dan terbiasa dengan manusia, sehingga mudah lupa bahwa mereka adalah hewan liar,” kata Shu Ishikawa dari kelompok pelestarian. Ia menambahkan, pengunjung diharapkan menyadari bahwa mereka sedang memasuki habitat asli rusa saat berkunjung ke taman.
Sc : KN







