Rencana untuk menggunakan kembali 150 bus listrik yang sebelumnya dipakai untuk mengangkut pengunjung pada World Expo di Osaka tahun lalu terpaksa ditunda setelah muncul kekhawatiran terkait keselamatan kendaraan tersebut, menurut pemerintah kota Osaka pada Rabu.
Armada bus tersebut sebelumnya menelan biaya sekitar 7,5 miliar yen (sekitar US$47 juta). Dari jumlah itu, lebih dari 4 miliar yen berasal dari subsidi pemerintah pusat Jepang, pemerintah Prefektur Osaka, serta pemerintah Kota Osaka.
Perusahaan transportasi Osaka Metro, yang mengoperasikan layanan kereta bawah tanah dan bus di kota tersebut, sebelumnya berencana menggunakan bus-bus tersebut pada rute reguler serta untuk uji coba kendaraan otonom setelah Expo yang berlangsung selama enam bulan berakhir pada Oktober lalu. Acara tersebut menarik lebih dari 25 juta pengunjung.
Bus listrik itu dibeli dari perusahaan EV Motors Japan yang berbasis di Kitakyushu, Prefektur Fukuoka. Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism sempat melakukan inspeksi terhadap perusahaan tersebut pada Oktober setelah terjadi sejumlah masalah operasional berulang pada kendaraan.
Saat ini, bus-bus tersebut disimpan di fasilitas milik Osaka Metro, dengan sebagian di antaranya sedang menjalani pemeriksaan keselamatan lebih lanjut.
Seorang pejabat dari Pemerintah Kota Osaka yang merupakan pemegang saham tunggal Osaka Metro—menyatakan bahwa perusahaan kemungkinan akan meminta pengembalian dana pembelian apabila keselamatan bus tidak dapat dipastikan.
Sc : KN








