Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang

badge-check


					(FILES) This file photo taken on November 22, 2024 shows bags of rice stacked in a supermarket in central Tokyo. The Japanese government said on February 14, 2025 it will release its stockpile of rice -- the nation's cherished staple food -- reserved for emergency use in response to soaring prices. (Photo by Richard A. Brooks / AFP) Perbesar

(FILES) This file photo taken on November 22, 2024 shows bags of rice stacked in a supermarket in central Tokyo. The Japanese government said on February 14, 2025 it will release its stockpile of rice -- the nation's cherished staple food -- reserved for emergency use in response to soaring prices. (Photo by Richard A. Brooks / AFP)

Pemerintah Kota Beppu, Prefektur Oita, Jepang barat daya, mengumumkan pada 9 Februari bahwa sebanyak 10.292 kupon beras nasional milik pemerintah kota dinyatakan hilang. Total nilai kupon tersebut mencapai 4.528.480 yen, atau sekitar US$29.000, dan diduga tidak sengaja dibuang oleh seorang pegawai kota.

Kupon beras tersebut sebelumnya disiapkan sebagai bagian dari bantuan kepada warga menyusul kenaikan harga beras secara nasional di Jepang. Namun, sebagian kupon yang tidak terpakai justru hilang sebelum dapat dikembalikan.

Menurut divisi kebijakan industri pemerintah kota Beppu, kehilangan ini baru diketahui saat proses pemeriksaan administrasi pada 26 Januari. Hasil penyelidikan internal menunjukkan bahwa seorang pegawai mengambil kupon beras sisa dari dalam brankas untuk memeriksa jumlah yang tersisa. Dalam proses tersebut, sangat besar kemungkinan kupon-kupon itu ikut terbuang bersama dokumen yang dianggap tidak diperlukan pada 23 Januari.

Padahal, kupon beras sisa tersebut rencananya akan dikembalikan ke koperasi penerbit untuk mendapatkan pengembalian dana.

Menanggapi insiden ini, Wali Kota Beppu Yasuhiro Nagano bersama dua wakil wali kota memutuskan untuk mengambil tanggung jawab dengan pemotongan gaji sebesar 20 persen selama periode tertentu. Dalam kurun 14 bulan, gaji Wali Kota Nagano akan dipotong total 2.503.200 yen atau sekitar US$16.000. Sementara itu, dua wakil wali kota akan mengalami pemotongan gabungan sebesar 593.600 yen atau sekitar US$3.800 selama dua bulan.

Pemerintah kota juga menyatakan tengah mempertimbangkan sanksi disipliner terhadap pegawai yang terlibat dalam insiden tersebut.

Kasus ini menambah sorotan terhadap pengelolaan bantuan publik di tengah tekanan inflasi, sekaligus menunjukkan ketatnya budaya tanggung jawab pejabat publik di Jepang, di mana pimpinan daerah turut menanggung konsekuensi meski kesalahan dilakukan di level operasional.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News