Menu

Dark Mode
Kartu Pokémon Langka Pecahkan Rekor Dunia, Terjual Rp260 Miliar Lebih di Lelang Amerika Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

News

Sanae Takaichi Hampir Pasti Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang setelah LDP dan Nippon Ishin Bentuk Koalisi

badge-check


					Sanae Takaichi Hampir Pasti Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang setelah LDP dan Nippon Ishin Bentuk Koalisi Perbesar

Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dan partai oposisi utama Japan Innovation Party (JIP) resmi menandatangani perjanjian koalisi pada Senin (6/10), membuka jalan bagi Sanae Takaichi untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang.

Langkah bersejarah ini menandai perubahan besar dalam peta politik Jepang. LDP akan memimpin pemerintahan minoritas bersama JIP—juga dikenal sebagai Nippon Ishin—setelah hubungan koalisi selama 26 tahun dengan Komeito berakhir awal bulan ini.

Sebelum penandatanganan perjanjian, JIP dalam rapat para anggotanya memutuskan akan mendukung Takaichi, yang menggantikan Shigeru Ishiba sebagai ketua LDP pada 4 Oktober, dalam pemungutan suara parlemen untuk memilih perdana menteri pada Selasa.

Ketua JIP Hirofumi Yoshimura mengatakan kepada media di Osaka bahwa ia telah menghubungi Takaichi melalui telepon untuk menyampaikan niat partainya membentuk pemerintahan koalisi. “Mari kita majukan Jepang bersama,” ujarnya.

Meskipun koalisi LDP–JIP akan sedikit kekurangan mayoritas di majelis rendah (House of Representatives), Takaichi—yang dikenal berhaluan konservatif kuat—dipastikan menang karena kecil kemungkinan partai-partai lain bersatu di belakang satu calon bersama.

Wakil ketua JIP, Fumitake Fujita, mengatakan dalam konferensi pers bahwa partainya, yang lama menyerukan pengurangan jumlah kursi parlemen, telah sepakat dengan LDP untuk memangkas 10 persen kursi di majelis rendah dalam sidang luar biasa Diet yang akan berlangsung mulai Selasa hingga 17 Desember.

Kedua partai juga menyepakati beberapa agenda kebijakan JIP sebagai syarat pembentukan koalisi, termasuk penghapusan sementara pajak konsumsi untuk bahan makanan serta larangan sumbangan politik dari perusahaan dan organisasi.

Untuk sementara, JIP yang berbasis di Prefektur Osaka tidak akan mengambil posisi kabinet, meskipun tetap bekerja sama dengan LDP dalam pemerintahan, menurut pejabat senior kedua partai.

Sebelumnya, JIP sempat menjajaki kerja sama dengan dua partai oposisi terbesar lainnya, yaitu Constitutional Democratic Party of Japan (CDPJ) dan Democratic Party for the People (DPP), untuk menghadapi dominasi LDP. Namun setelah memutuskan bernegosiasi dengan LDP pekan lalu, JIP menghentikan pembicaraan dengan kedua partai tersebut.

Takaichi terpilih sebagai ketua LDP setelah Ishiba mengundurkan diri bulan lalu untuk bertanggung jawab atas kekalahan besar partainya dalam pemilu majelis tinggi (House of Councillors) Juli lalu, yang menyebabkan koalisi LDP–Komeito kehilangan mayoritas di kedua kamar parlemen.

Saat ini, di majelis rendah yang memiliki 465 kursi—di mana hasil pemilihan perdana menteri lebih menentukan daripada majelis tinggi—LDP memegang 196 kursi, JIP 35, CDPJ 148, DPP 27, dan Komeito 24.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News