Menu ✖

Dark Mode
Suntory hingga Nojima Alami Kebocoran Data, Informasi Pribadi Jutaan Pengguna Terdampak Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan Game Attack on Titan 3 Rilis Desember 2026, Hadirkan Cerita Anime dari Awal hingga Akhir

News

Selama Ini Aman? Jepang Mulai Bahas Hukuman Bagi Pelanggan PSK

badge-check


					Selama Ini Aman? Jepang Mulai Bahas Hukuman Bagi Pelanggan PSK Perbesar

Menteri Kehakiman Jepang, Hiraguchi Hiroshi, dalam konferensi pers pada tanggal 10 mengumumkan bahwa pemerintah akan membentuk panel ahli untuk membahas Undang-Undang Pencegahan Prostitusi, dengan kemungkinan revisi undang-undang tersebut ke depan. Salah satu fokus utama diskusi adalah apakah perlu diperkenalkan ketentuan hukuman bagi pihak yang membeli jasa prostitusi.

Dalam beberapa tahun terakhir, praktik prostitusi di kawasan Taman Okubo, Distrik Shinjuku, Tokyo, telah menjadi masalah sosial. Saat ini, Undang-Undang Pencegahan Prostitusi Jepang hanya memiliki ketentuan yang menghukum pihak “penjual”, seperti larangan mengajak atau menunggu pelanggan, sementara tidak ada ketentuan yang menghukum pihak “pembeli”. Akibatnya, meskipun perempuan yang menawarkan jasa dapat dikenai sanksi, pelanggan laki-laki tidak dapat dihukum, sehingga muncul banyak suara yang mempertanyakan keadilan dan konsistensi hukum tersebut.

Latar belakang munculnya wacana ini juga dipengaruhi oleh arahan dari Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang tahun lalu meminta Menteri Kehakiman untuk melakukan kajian yang diperlukan terkait undang-undang tersebut.

Panel ahli ini dijadwalkan mulai bekerja dalam tahun fiskal ini. Kementerian Kehakiman Jepang menyatakan bahwa diskusi akan mencakup pertanyaan mendasar tentang apakah revisi undang-undang memang diperlukan. Namun demikian, dapat dipastikan bahwa perdebatan utama akan berfokus pada apakah sanksi pidana bagi pihak pembeli jasa prostitusi perlu diperkenalkan secara resmi dalam sistem hukum Jepang.

Sc : NTV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Suntory hingga Nojima Alami Kebocoran Data, Informasi Pribadi Jutaan Pengguna Terdampak

4 November 2026 - 10:10 WIB

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan

3 November 2026 - 10:10 WIB

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

Trending on News