Menu

Dark Mode
Macross Frontier x Top Gun: Maverick: Tamashii Nations Rilis Valkyrie Edisi Kolaborasi Jepang Bakal Wajibkan Bukti Sertifikasi Kemampuan Bahasa Jepang Setara N2 untuk Visa Gijinkoku Pasca Penusukan di Ikebukuro, Pokémon Center Jepang Batalkan Semua Event April Survey: Anak Laki-laki di Jepang Ingin Jadi Polisi, Perempuan Masih Favoritkan Toko Kue Rencana Hadiah Laporan Pekerja Asing Ilegal di Ibaraki Picu Kekhawatiran Diskriminasi Game Baru Sword Art Online: Echoes of Aincrad Umumkan Jadwal Rilis dan Detail Edisi

News

Separuh Siswa SMA di Oita Mengaku “Kecanduan Internet”, Waktu Online Meningkat

badge-check


					Separuh Siswa SMA di Oita Mengaku “Kecanduan Internet”, Waktu Online Meningkat Perbesar

Sekitar setengah dari siswa SMA di Prefektur Oita, Jepang barat, mengaku merasa “kecanduan internet” berdasarkan hasil survei terbaru pemerintah daerah setempat. Temuan ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya waktu yang dihabiskan remaja di dunia maya.

Survei tahunan bertajuk “survey on youth internet usage” tersebut menargetkan sekitar 1.500 siswa dari kelas 2 dan 5 SD, kelas 2 SMP, dan kelas 1 SMA, dengan total 1.384 jawaban terkumpul.

Sebanyak 94,4% responden menyatakan menggunakan internet dalam kehidupan pribadi mereka. Pada siswa SMA, angka ini mencapai 100%. Perangkat yang paling banyak digunakan adalah smartphone, sementara aktivitas populer meliputi menonton video (84,5%), bermain media sosial (67,7%), dan bermain gim online (65,5%).

Hal lain yang disorot adalah meningkatnya durasi penggunaan internet pada hari sekolah. 60,4% siswa SMP (naik dari 58,7% tahun sebelumnya) dan 61,2% siswa SMA (naik dari 56,5%) melaporkan menghabiskan lebih dari dua jam per hari di dunia maya. Selain itu, 32,7% siswa SMP dan 51,2% siswa SMA mengatakan mereka merasa sudah kecanduan internet.

Saat ditanya dampak penggunaan internet terhadap kehidupan sehari-hari, para siswa menyebutkan sisi positif seperti “lebih sering mencari tahu hal yang tidak mereka ketahui sendiri” (58,9%) dan “mendapat lebih banyak teman” (44,4%). Namun, ada pula dampak negatif yang cukup menonjol, termasuk kurang tidur (24,3%) dan nilai pelajaran menurun (15,1%).

Dari sisi pencegahan, 62,3% siswa SMP dan SMA menilai pentingnya “berdiskusi dengan orang tua” terkait penggunaan internet yang aman. Pihak dinas perencanaan gaya hidup dan lingkungan Prefektur Oita menekankan bahwa keluarga perlu memiliki kesempatan untuk membicarakan aturan penggunaan internet di rumah.

Sc ; mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Bakal Wajibkan Bukti Sertifikasi Kemampuan Bahasa Jepang Setara N2 untuk Visa Gijinkoku

6 April 2026 - 17:30 WIB

Pasca Penusukan di Ikebukuro, Pokémon Center Jepang Batalkan Semua Event April

6 April 2026 - 16:10 WIB

Survey: Anak Laki-laki di Jepang Ingin Jadi Polisi, Perempuan Masih Favoritkan Toko Kue

6 April 2026 - 15:10 WIB

Rencana Hadiah Laporan Pekerja Asing Ilegal di Ibaraki Picu Kekhawatiran Diskriminasi

6 April 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda

3 April 2026 - 12:10 WIB

Trending on News