Menu ✖

Dark Mode
Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Baru Bernama “Teppay” pada 20 Oktober Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

News

Disalip Jerman, Jepang Turun Takhta Status Sebagai Negara Kreditor Terbesar di Dunia Setelah 34 Tahun

badge-check


					Disalip Jerman, Jepang Turun Takhta Status Sebagai Negara Kreditor Terbesar di Dunia Setelah 34 Tahun Perbesar

Jepang kehilangan posisinya sebagai negara kreditor terbesar di dunia untuk pertama kalinya dalam 34 tahun, meskipun mencatat rekor tertinggi dalam jumlah aset luar negerinya.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Keuangan Jepang pada hari Selasa, total aset eksternal bersih Jepang mencapai ¥533,05 triliun (sekitar $3,7 triliun) pada akhir tahun 2024, naik sekitar 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, posisi Jepang kini dilampaui oleh Jerman, yang memiliki aset eksternal bersih sebesar ¥569,7 triliun. China tetap berada di posisi ketiga dengan ¥516,3 triliun.

Jepang mulai menduduki posisi puncak sejak menggeser Jerman pada tahun 1991.

Kenaikan Jerman mencerminkan surplus transaksi berjalan yang sangat besar, mencapai €248,7 miliar ($283 miliar) pada tahun 2024 berkat performa perdagangan yang kuat. Sebagai perbandingan, surplus transaksi berjalan Jepang adalah ¥29,4 triliun, atau sekitar €180 miliar. Selain itu, nilai tukar euro terhadap yen naik sekitar 5% tahun lalu, yang turut memperbesar nilai aset Jerman jika dihitung dalam yen.

Aset luar negeri bersih suatu negara adalah nilai total aset di luar negeri dikurangi aset dalam negeri yang dimiliki oleh orang asing, disesuaikan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang, dan mencerminkan akumulasi perubahan dari surplus transaksi berjalan negara tersebut.

Menteri Keuangan Katsunobu Kato menanggapi perkembangan ini dengan tenang.

“Mengingat aset luar negeri Jepang juga terus meningkat, peringkat saja tidak bisa dijadikan indikasi bahwa posisi Jepang telah berubah secara signifikan,” kata Kato kepada wartawan.

Dalam kasus Jepang, pelemahan yen berkontribusi pada kenaikan baik aset luar negeri maupun kewajiban luar negeri. Namun, pertumbuhan aset lebih cepat, sebagian karena peningkatan investasi bisnis di luar negeri.

Data tersebut juga mencerminkan tren yang lebih luas dalam investasi langsung luar negeri. Pada tahun 2024, perusahaan-perusahaan Jepang tetap menunjukkan minat tinggi dalam berinvestasi langsung, khususnya di AS dan Inggris, menurut kementerian. Sektor keuangan, asuransi, dan ritel menjadi sasaran utama investasi dari Jepang.

Menurut Daisuke Karakama, kepala ekonom pasar di Mizuho Bank, pergeseran fokus Jepang dari sekuritas asing ke investasi langsung membuat dana tersebut lebih sulit untuk dipulangkan dengan cepat.

“Investor domestik lebih mudah menjual obligasi dan sekuritas asing saat muncul risiko. Tapi mereka tidak akan dengan mudah menjual perusahaan luar negeri yang telah mereka akuisisi,” jelas Karakama.

Ke depan, arah dari investasi luar negeri Jepang kemungkinan akan bergantung pada apakah perusahaan-perusahaan Jepang terus memperluas pengeluaran mereka di luar negeri, terutama di Amerika Serikat.

Dengan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang masih berlaku, beberapa perusahaan mungkin akan terdorong untuk memindahkan produksi atau aset mereka ke AS demi mengurangi risiko terkait perdagangan.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak

14 October 2026 - 10:10 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News