Menu

Dark Mode
Takato Ishida Cetak Sejarah Jadi Gubernur Termuda Jepang di Usia 35 Tahun, Menang di Fukui Wacana Pemangkasan Pajak Konsumsi Makanan di Jepang Picu Dukungan dan Kekhawatiran Bandara Narita Izinkan Pekerja Asing Nyetir Kendaraan Kargo Tanpa Konversi SIM Jepang Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang Dua Perempuan dan Satu Pria Tewas di Hikone, Jepang! Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Bersama

Culture

Shimenawa dan Omamori: Simbol Pelindung dari Roh Jahat dalam Budaya Jepang

badge-check


					Shimenawa dan Omamori: Simbol Pelindung dari Roh Jahat dalam Budaya Jepang Perbesar

Di Jepang, banyak simbol dan benda digunakan untuk melindungi seseorang dari nasib buruk atau roh jahat. Dua di antaranya yang sangat ikonik adalah shimenawa dan omamori.
Meskipun berbeda bentuk dan fungsi, keduanya punya akar kuat dalam kepercayaan Shinto dan tradisi Jepang.

Lalu, apa sebenarnya makna dan perbedaan antara shimenawa dan omamori? Yuk kita bahas!


🧵 Shimenawa (しめ縄): Tali Sakral Penolak Roh Jahat

Shimenawa adalah tali tebal dari jerami padi yang sering digantung di:

Tujuan utamanya adalah menandai batas antara dunia manusia dan dunia spiritual, serta mencegah roh jahat masuk ke dalam area suci.

Shimenawa biasanya dihiasi dengan:

  • Shide (kertas putih berbentuk zigzag), yang melambangkan kemurnian.

  • Hiasan seperti jeruk daidai, pakis, atau benda keberuntungan lainnya saat perayaan Tahun Baru.

Maknanya:
Jika kamu melihat shimenawa, itu berarti tempat tersebut dianggap suci dan dilindungi, dan roh jahat tidak boleh melewatinya.


🧧 Omamori (お守り): Jimat Pelindung Pribadi

Sementara shimenawa menjaga tempat, omamori menjaga orang secara personal.

Omamori adalah jimat kecil dari kuil Shinto atau Buddha, biasanya dibungkus kain cantik dan disegel (tidak boleh dibuka).
Ada banyak jenis omamori dengan tujuan berbeda, misalnya:

  • Keselamatan perjalanan (交通安全, kōtsū anzen)

  • Kelancaran studi (学業成就, gakugyō jōju)

  • Perlindungan dari penyakit (無病息災, mubyō sokusai)

  • Keberuntungan dalam cinta atau pernikahan

Orang Jepang sering menyimpannya di tas, dompet, mobil, atau bahkan ditempel di pintu rumah.

Uniknya, setiap omamori punya “masa aktif” sekitar 1 tahun. Setelah itu, disarankan untuk dikembalikan ke kuil untuk dibakar secara ritual dan diganti dengan yang baru.


🙏 Simbol Keyakinan, Tradisi, dan Perlindungan

Baik shimenawa maupun omamori bukan hanya benda spiritual, tapi juga bagian penting dari budaya sehari-hari di Jepang.
Keduanya mencerminkan:

  • Rasa hormat terhadap kekuatan tak terlihat

  • Keinginan untuk hidup harmonis dengan alam dan roh

  • Tradisi menjaga kesucian dan keselamatan—baik secara fisik maupun spiritual

Di tengah kemajuan teknologi dan gaya hidup modern Jepang, shimenawa dan omamori tetap bertahan sebagai simbol pelindung yang sarat makna.
Mereka mengingatkan kita bahwa perlindungan tidak selalu datang dari yang terlihat—tapi bisa juga dari keyakinan dan rasa tenang yang ditanamkan oleh tradisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Urusan Sampah Dianggap Serius di Jepang, Bukan Sekadar Soal Kebersihan

30 January 2026 - 10:14 WIB

Mengapa Orang Jepang Lebih Nyaman Sendiri di Tempat Umum

29 January 2026 - 18:30 WIB

Budaya Diam di Kereta Saat di Jepang: Etika Tak Tertulis yang Dipatuhi Bersama

28 January 2026 - 18:30 WIB

Tidur Larut, Tetap Tepat Waktu: Irama Hidup Orang Jepang Sehari-hari

27 January 2026 - 18:30 WIB

Mengapa Orang Jepang Lebih Nyaman Sendiri di Tempat Umum

19 January 2026 - 19:10 WIB

Trending on Culture