Menu

Dark Mode
Masami Nagasawa Umumkan Pernikahan di Hari Tahun Baru Dua Seiyuu Populer Menikah dan Sambut Anak Pertama di Akhir Tahun Bahasa Jepang Kasual Ala Gen Z Jepang yang Lagi Tren India Salip Jepang, Kini Jadi Ekonomi Terbesar Keempat Dunia Salju Pertama Musim Dingin Turun di Ibu Kota Jepang Kagami Biraki: Ritual Memecah Mochi Tahun Baru ala Orang Jepang

Culture

Shimenawa dan Omamori: Simbol Pelindung dari Roh Jahat dalam Budaya Jepang

badge-check


					Shimenawa dan Omamori: Simbol Pelindung dari Roh Jahat dalam Budaya Jepang Perbesar

Di Jepang, banyak simbol dan benda digunakan untuk melindungi seseorang dari nasib buruk atau roh jahat. Dua di antaranya yang sangat ikonik adalah shimenawa dan omamori.
Meskipun berbeda bentuk dan fungsi, keduanya punya akar kuat dalam kepercayaan Shinto dan tradisi Jepang.

Lalu, apa sebenarnya makna dan perbedaan antara shimenawa dan omamori? Yuk kita bahas!


🧵 Shimenawa (しめ縄): Tali Sakral Penolak Roh Jahat

Shimenawa adalah tali tebal dari jerami padi yang sering digantung di:

Tujuan utamanya adalah menandai batas antara dunia manusia dan dunia spiritual, serta mencegah roh jahat masuk ke dalam area suci.

Shimenawa biasanya dihiasi dengan:

  • Shide (kertas putih berbentuk zigzag), yang melambangkan kemurnian.

  • Hiasan seperti jeruk daidai, pakis, atau benda keberuntungan lainnya saat perayaan Tahun Baru.

Maknanya:
Jika kamu melihat shimenawa, itu berarti tempat tersebut dianggap suci dan dilindungi, dan roh jahat tidak boleh melewatinya.


🧧 Omamori (お守り): Jimat Pelindung Pribadi

Sementara shimenawa menjaga tempat, omamori menjaga orang secara personal.

Omamori adalah jimat kecil dari kuil Shinto atau Buddha, biasanya dibungkus kain cantik dan disegel (tidak boleh dibuka).
Ada banyak jenis omamori dengan tujuan berbeda, misalnya:

  • Keselamatan perjalanan (交通安全, kōtsū anzen)

  • Kelancaran studi (学業成就, gakugyō jōju)

  • Perlindungan dari penyakit (無病息災, mubyō sokusai)

  • Keberuntungan dalam cinta atau pernikahan

Orang Jepang sering menyimpannya di tas, dompet, mobil, atau bahkan ditempel di pintu rumah.

Uniknya, setiap omamori punya “masa aktif” sekitar 1 tahun. Setelah itu, disarankan untuk dikembalikan ke kuil untuk dibakar secara ritual dan diganti dengan yang baru.


🙏 Simbol Keyakinan, Tradisi, dan Perlindungan

Baik shimenawa maupun omamori bukan hanya benda spiritual, tapi juga bagian penting dari budaya sehari-hari di Jepang.
Keduanya mencerminkan:

  • Rasa hormat terhadap kekuatan tak terlihat

  • Keinginan untuk hidup harmonis dengan alam dan roh

  • Tradisi menjaga kesucian dan keselamatan—baik secara fisik maupun spiritual

Di tengah kemajuan teknologi dan gaya hidup modern Jepang, shimenawa dan omamori tetap bertahan sebagai simbol pelindung yang sarat makna.
Mereka mengingatkan kita bahwa perlindungan tidak selalu datang dari yang terlihat—tapi bisa juga dari keyakinan dan rasa tenang yang ditanamkan oleh tradisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kagami Biraki: Ritual Memecah Mochi Tahun Baru ala Orang Jepang

3 January 2026 - 14:30 WIB

Hatsumōde: Makna Kunjungan Kuil Pertama di Awal Tahun

29 December 2025 - 15:30 WIB

Kotatsu Season: Tradisi Berkumpul yang Hanya Ada di Musim Dingin

26 December 2025 - 17:10 WIB

Bōnenkai: Pesta Lupa Masalah atau Budaya Melepaskan Beban?

23 December 2025 - 16:30 WIB

Nengajō: Kartu Ucapan Tahun Baru yang Masih Bertahan di Era Digital

22 December 2025 - 18:30 WIB

Trending on Culture