Menu ✖

Dark Mode
Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

News

Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun

badge-check


					Shizuoka Akhirnya Setujui Pembangunan Maglev Tokyo–Nagoya, Proyek Berlanjut Setelah Tertunda Bertahun-tahun Perbesar

Gubernur Prefektur Shizuoka, Yasutomo Suzuki, mengumumkan bahwa pemerintah prefektur akan mengizinkan Central Japan Railway (JR Central) memulai pembangunan jalur Linear Chuo Shinkansen atau kereta maglev di wilayah Shizuoka.

Keputusan ini menjadi titik balik penting bagi proyek yang sempat tertunda selama bertahun-tahun. Sejak 2017, mantan Gubernur Heita Kawakatsu menolak pembangunan karena khawatir proyek tersebut akan berdampak pada lingkungan, terutama berkurangnya debit air Sungai Oi, yang menjadi sumber air penting bagi wilayah tersebut.

Pemerintah Prefektur Shizuoka dijadwalkan menandatangani perjanjian dengan JR Central pada 18 Juli berdasarkan peraturan konservasi lingkungan. Perjanjian ini menjadi syarat agar pembangunan dapat dimulai.

Pembangunan di wilayah Shizuoka diperkirakan bisa dimulai tahun ini dan akan memakan waktu setidaknya 10 tahun. Dengan jadwal tersebut, jalur maglev Tokyo–Nagoya diperkirakan baru dapat beroperasi paling cepat pada 2036.

Suzuki mengatakan ia memberikan persetujuan setelah melihat adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap proyek tersebut.

Meski begitu, ia mengakui masih ada kekhawatiran warga terkait dampaknya terhadap Sungai Oi. Karena itu, ia meminta JR Central memastikan pembangunan dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya air dan lingkungan, serta menegaskan bahwa pemerintah prefektur akan terus memantau proses konstruksi.

Sebelum memberikan persetujuan, Suzuki juga meminta JR Central memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada masyarakat sekitar mengenai proyek tersebut.

Hingga Maret lalu, tim ahli bentukan Prefektur Shizuoka telah menyatakan bahwa JR Central telah memenuhi 28 persyaratan perlindungan lingkungan yang sebelumnya diajukan sebelum konstruksi dapat dimulai.

Awalnya, jalur Shinagawa (Tokyo)–Nagoya ditargetkan beroperasi pada 2027. Namun pada Maret 2024, JR Central mengakui target tersebut tidak dapat tercapai akibat penundaan berkepanjangan, sehingga jadwal pembukaannya diundur.

Setelah Heita Kawakatsu mengundurkan diri pada Mei 2024, Yasutomo Suzuki mengambil pendekatan yang lebih terbuka melalui dialog. Ia menilai proyek maglev tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga dapat memperkuat sistem transportasi saat terjadi bencana.

Bagian jalur yang melintasi Shizuoka memiliki panjang sekitar 8,9 kilometer dan merupakan bagian dari Terowongan Southern Alps yang menghubungkan Prefektur Yamanashi, Shizuoka, dan Nagano. Jalur tersebut melintasi wilayah hulu Sungai Oi, yang selama ini menjadi sumber irigasi utama bagi sawah serta perkebunan teh khas Shizuoka.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Trending on News