Menu

Dark Mode
Valentine di Jepang Kian Sepi? Semakin Banyak Perempuan Pilih Tak Beli Cokelat karena Harga Makin Mahal Kosakata Jepang untuk Biaya & Asuransi Toyota Ganti CEO Secara Mengejutkan di Tengah Gejolak Industri Otomotif Global Falcom Umumkan Kyoto Xanadu, Game Action RPG Baru untuk Nintendo Switch 2 dan Switch Manga Blue Exorcist Hiatus Mulai Maret, Bersiap Menuju Bab Terakhir Festival Sakura Ikonik dengan Latar Gunung Fuji Dibatalkan Akibat Overtourism

Teknologi

SkyDrive Siap Masuk Persaingan Mobil Terbang Global, Targetkan Operasi Komersial pada 2028

badge-check


					SkyDrive Siap Masuk Persaingan Mobil Terbang Global, Targetkan Operasi Komersial pada 2028 Perbesar

Beberapa tahun ke depan diperkirakan akan menjadi periode krusial bagi teknologi mobil terbang, seiring berbagai uji coba yang semakin intensif dan langkah menuju operasi komersial yang kian nyata. Sejumlah perusahaan berlomba mewujudkan layanan mobilitas udara, dengan rencana operasional komersial mulai berjalan di China dan Dubai pada tahun ini.

Persaingan antarprodusen mobil terbang pun diprediksi semakin ketat, dan SkyDrive yang berbasis di Toyota City menyatakan kesiapannya untuk bersaing langsung dengan para rival global. Wakil Presiden SkyDrive, Yugo Fukuhara, mengatakan perusahaannya tengah bekerja sesuai jadwal agar dapat mengirimkan produk secara komersial pada 2028.

SkyDrive telah menandatangani kesepakatan dengan AeroGulf Services Company, penyedia layanan charter helikopter di Dubai, untuk memasok total 20 unit mobil terbang. Sepuluh unit akan dikirimkan pada 2028, disusul sepuluh unit tambahan pada 2029. Di pasar domestik Jepang, Osaka Metro dan Kyushu Railway Company juga tengah mempertimbangkan penggunaan kendaraan SkyDrive untuk layanan taksi udara mulai 2028.

Meski demikian, para analis menilai mobil terbang belum akan tersedia secara luas hingga dekade 2030-an.

Pekan lalu, SkyDrive untuk pertama kalinya mengundang media ke fasilitas uji terbangnya di Prefektur Yamaguchi. Area taman di Kota Yamaguchi yang menghadap Teluk Yamaguchi digunakan sebagai lokasi pengujian, memungkinkan uji terbang dilakukan di atas darat maupun laut. Demonstrasi penerbangan sempat dijadwalkan, namun dibatalkan karena kondisi angin tidak memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan pemerintah. Meski disebut “mobil terbang,” kendaraan tersebut secara resmi diklasifikasikan sebagai pesawat udara.

SkyDrive enggan membeberkan detail angka standar keselamatan, dengan alasan kriteria berbeda di setiap tahap pengujian. Kendaraan yang dikembangkan merupakan tipe multicopter dengan 12 motor dan rotor terpisah. Rotor berdiameter 2,5 meter tersebut terbuat dari komposit serat karbon. Sudut rotor bersifat tetap, sementara pergerakan dikendalikan sepenuhnya melalui perubahan kecepatan motor.

Pesawat ini memiliki bentang sekitar 12 meter dari ujung rotor ke ujung lainnya dan berbobot sekitar 1,5 ton, setara dengan berat sedan standar. Ukuran dan bobot tersebut lebih ringkas dibandingkan model mobil terbang buatan Joby Aviation dari Santa Cruz, California, perusahaan yang juga mendapat investasi dari Toyota.

SkyDrive mengembangkan model berkapasitas tiga orang, termasuk pilot, dengan dua kursi penumpang di bagian belakang. Fukuhara menegaskan bahwa konsep pesawat SkyDrive berfokus pada mobilitas perkotaan jarak pendek, bukan perjalanan antarkota jarak jauh. Desain yang ringkas dan ringan dinilai memudahkan pembangunan titik lepas landas dan pendaratan, sekaligus menekan konsumsi daya.

Mobil terbang SkyDrive menggunakan tenaga baterai dan termasuk dalam kategori pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal atau eVTOL. Sebagai perbandingan, model milik Joby dirancang untuk penerbangan jarak menengah dan antarkota, dengan kapasitas empat penumpang.

Menurut Takashi Ohki dari Mitsubishi Research Institute, meski transportasi umum di kota-kota besar Jepang sudah berkembang baik, masih ada rute tertentu—seperti menuju bandara—yang membutuhkan banyak perpindahan moda. Mobil terbang dinilai berpotensi mengisi celah tersebut sebagai sarana mobilitas baru, asalkan rute yang tepat dapat dikembangkan.

Namun, tantangan utama di kawasan perkotaan adalah keterbatasan lokasi untuk membangun vertiport atau titik lepas landas dan pendaratan. Ohki menilai keberhasilan mobil terbang di Tokyo sangat bergantung pada apakah vertiport dapat dibangun seiring proyek redevelopmen kota.

Hambatan besar lainnya adalah perolehan “type certificate,” yakni sertifikasi resmi dari otoritas penerbangan yang menyatakan pesawat layak untuk operasi komersial. Proses ini memakan waktu bertahun-tahun dan mengharuskan produsen membuktikan pemenuhan seluruh standar keselamatan dan lingkungan.

Target Jepang untuk mengoperasikan mobil terbang secara komersial pada Expo Osaka 2025 gagal tercapai karena tidak ada produsen yang berhasil memperoleh type certificate. Akibatnya, peserta pameran—termasuk SkyDrive—hanya menampilkan penerbangan demonstrasi. Hingga kini, hanya EHang dari Guangzhou yang berhasil memperoleh sertifikasi tersebut, itu pun terbatas untuk operasi di China.

SkyDrive sendiri telah mengajukan permohonan type certificate di Jepang sejak 2021 dan juga sedang mengajukan sertifikasi di Amerika Serikat. Perusahaan menyatakan terus bekerja sama dengan otoritas terkait agar dapat memenuhi target pengiriman pada 2028.

Didirikan pada 2018 oleh anggota kelompok riset mobil terbang, SkyDrive kini bekerja sama dengan Suzuki dari Shizuoka untuk memproduksi pesawatnya. Basis produksi berada di Prefektur Shizuoka, dengan kapasitas awal sekitar 50 unit per tahun. SkyDrive berencana meningkatkan kapasitas tersebut dengan mengadopsi metode produksi massal ala industri otomotif demi efisiensi biaya.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengiriman PlayStation 5 Tembus 92,1 Juta Unit

9 February 2026 - 12:30 WIB

TSMC Produsen Chip asal Taiwan Bakal Buka Produksi di Jepang Buat Era AI

6 February 2026 - 11:10 WIB

Switch 2 Dongkrak Penjualan Nintendo Jadi 1,91 Triliun Yen

4 February 2026 - 10:10 WIB

Daihatsu Resmi Debutkan Mobil Listrik Niaga Pertama, Mulai Dijual Februari

3 February 2026 - 17:30 WIB

Honda N-Box Kembali Jadi Mobil Terlaris di Jepang 2025, Empat Tahun Berturut-turut Pertahankan Posisi Puncak

22 January 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi