Menu

Dark Mode
Jun Matsumoto Resmi Bergabung di Live-Action Chiruran: Shinsengumi Requiem, Tayang Maret Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini Kata Jepang di Konbini yang Sering Bikin Orang Asing Bingung Anime Orisinal Candy Caries Ungkap Teaser Kedua, Daftar Pengisi Suara, dan Jadwal Tayang April Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

News

Sukiya Turunkan Harga Gyūdon untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun

badge-check


					Sukiya Turunkan Harga Gyūdon untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun Perbesar

Jaringan restoran cepat saji Sukiya akan menurunkan harga menu gyūdon (nasi dengan daging sapi) untuk pertama kalinya dalam sekitar 11 tahun mulai Kamis mendatang.

Operator restoran yang dimiliki oleh Zensho Holdings itu mengumumkan pekan lalu bahwa harga gyūdon ukuran reguler akan diturunkan dari ¥480 menjadi ¥450 (sudah termasuk pajak).

Harga untuk porsi besar dan ekstra besar, yang saat ini masing-masing ¥680 dan ¥880, juga akan dipangkas sebesar ¥30. Sementara untuk ukuran mini, harganya diturunkan ¥40 menjadi ¥390.

Dengan kenaikan upah yang tertinggal dibandingkan inflasi, banyak rumah tangga Jepang terdampak oleh lonjakan harga, terutama bahan makanan. Terakhir kali Sukiya memangkas harga gyūdon adalah pada tahun 2014.

“Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, kami memutuskan untuk meninjau harga agar lebih banyak pelanggan bisa menikmati gyūdon Sukiya dengan harga yang lebih terjangkau,” kata pihak Sukiya dalam pernyataannya.

Dua pesaing utama Sukiya, yakni Yoshinoya dan Matsuya, saat ini menjual gyūdon ukuran reguler masing-masing seharga ¥498 dan ¥460, dibandingkan harga baru Sukiya yang ¥450.

Pada bulan Maret lalu, Sukiya sempat menaikkan harga gyūdon karena meningkatnya biaya beras dan daging sapi. Saat itu, harga ukuran reguler naik ¥30, sehingga penurunan harga kali ini pada dasarnya kembali ke harga sebelumnya.

Namun, reputasi Sukiya sempat terguncang akibat insiden pada Januari dan Maret ketika pelanggan menemukan tikus dan serangga dalam makanan mereka. Akibatnya, jaringan ini menutup hampir seluruh dari 2.000 gerainya di seluruh Jepang antara 31 Maret hingga 4 April untuk menangani masalah tersebut.

Meski demikian, kepercayaan konsumen tampaknya belum sepenuhnya pulih. Lalu lintas pelanggan di gerai Sukiya yang sudah ada tercatat terus menurun dari tahun ke tahun selama empat bulan berturut-turut hingga Juli.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on News