Menu

Dark Mode
Film Kamen Rider Agito 55th Anniversary Tambah 8 Pemain Baru, Aktor Legendaris Ikut Turun Gunung Kartu Pokémon Langka Pecahkan Rekor Dunia, Terjual Rp260 Miliar Lebih di Lelang Amerika Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman

News

Survei: 70% Remaja Jepang Dukung Sistem Nama Keluarga Terpisah bagi Pasangan Menikah

badge-check


					Survei: 70% Remaja Jepang Dukung Sistem Nama Keluarga Terpisah bagi Pasangan Menikah Perbesar

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh The Nippon Foundation pada pertengahan Agustus 2025 menunjukkan bahwa mayoritas remaja Jepang mendukung diperkenalkannya sistem opsional nama keluarga terpisah bagi pasangan menikah — sebuah isu yang telah lama menjadi bahan perdebatan di Jepang.

Survei tersebut melibatkan 1.000 remaja berusia 17 hingga 19 tahun, dan hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 90% responden mengetahui adanya gagasan sistem ini, dengan sekitar 70% menyatakan tertarik terhadap penerapannya.

Menurut hukum sipil Jepang saat ini, pasangan yang menikah harus menggunakan nama keluarga yang sama, dan dalam 94% kasus, pihak perempuanlah yang mengganti nama keluarganya.

Namun, hanya 20,5% responden yang berpendapat bahwa sistem saat ini “sebaiknya dipertahankan”, termasuk hanya 12,9% perempuan. Sebaliknya, lebih dari separuh responden perempuan (53%) mendukung adanya pilihan untuk mempertahankan nama keluarga masing-masing setelah menikah.

Alasan Pendukung dan Penentang

Di antara mereka yang mendukung sistem nama keluarga terpisah, alasan paling umum adalah:

  • “Ada banyak jenis keluarga di zaman sekarang” (55,0%)

  • “Memiliki pilihan itu penting di era modern” (43,7%)

  • “Mengganti nama itu merepotkan” (19,7%)

Sementara itu, kelompok yang ingin mempertahankan sistem nama keluarga bersama paling banyak menyoroti kekhawatiran tentang nama anak-anak (36,4%). Sekitar 31,8% merasa bahwa izin untuk terus menggunakan nama sebelum menikah sudah cukup, dengan perbedaan mencolok antara 47,7% perempuan dan 19,1% laki-laki. Hanya 13,1% yang menyatakan bahwa “nama keluarga yang sama menciptakan rasa kebersamaan dalam keluarga.”

Sikap terhadap Pernikahan Pribadi

Ketika ditanya nama keluarga apa yang akan mereka pilih setelah menikah, hanya 2,6% responden yang menjawab akan memilih nama terpisah. Sementara itu, 38,9% menyatakan akan menggunakan nama keluarga yang sama, dan 36,4% memilih untuk mendiskusikan hal tersebut dengan pasangan terlebih dahulu.

Menariknya, di kalangan perempuan, 45,2% mengatakan akan mengambil nama keluarga pasangannya — menunjukkan bahwa meskipun banyak yang mendukung opsi nama terpisah secara prinsip, norma sosial tradisional masih memiliki pengaruh kuat dalam praktiknya.

Survei ini menggambarkan adanya pergeseran pandangan generasi muda Jepang terhadap struktur keluarga dan kesetaraan gender, meskipun masih ada kesenjangan antara dukungan terhadap kebebasan memilih dan pilihan pribadi ketika menikah.

Sc : nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News