Sebuah survei di Jepang mengenai pandangan anak muda terhadap cinta dan pernikahan menunjukkan bahwa 55,5 persen responden menyatakan sedang “aktif mencari pasangan lawan jenis.” Survei ini menyasar kaum muda yang genap berusia 20 tahun pada periode menjelang Coming of Age Day yang jatuh pada 12 Januari 2026.
Survei daring tersebut dilakukan oleh layanan perjodohan O-net pada November 2025 dan memperoleh total 274 respons, terdiri dari 157 pria dan 117 perempuan.
Hasilnya menunjukkan bahwa 61,1 persen pria muda dan 47,9 persen perempuan muda aktif mencari pasangan untuk berpacaran dengan lawan jenis. Angka ini menandai peningkatan selama dua tahun berturut-turut. O-net menilai bahwa anak muda “mungkin menjadi lebih proaktif dalam urusan asmara sebagai reaksi atas pembatasan interaksi sosial yang mereka alami semasa remaja akibat pandemi COVID-19.”
Ketika ditanya mengenai pengalaman hubungan di masa lalu, 54,8 persen pria muda dan 53,0 persen perempuan muda mengaku pernah berpacaran, atau 54,0 persen secara keseluruhan. Sementara itu, 34,3 persen responden menyatakan sedang berada dalam hubungan dengan lawan jenis saat ini. Angka ini naik 6,5 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan terlihat baik pada pria (36,9 persen) maupun perempuan (30,8 persen).
Secara keseluruhan, 75,6 persen responden menyatakan “ingin segera menikah” atau “ingin menikah suatu hari nanti.” Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencatat hasil terendah sepanjang sejarah survei tersebut. Meski demikian, sekitar 10 persen pria dan perempuan muda masih memiliki pandangan negatif terhadap pernikahan.
Di antara responden yang ingin menikah, baik dalam waktu dekat maupun di masa depan, 67,7 persen mengatakan ingin memiliki anak setelah menikah. Ini merupakan angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Rinciannya menunjukkan 74,2 persen pada pria muda dan 58,4 persen pada perempuan muda.
Sc : Nippon








