Kementerian Kesehatan Jepang pada Rabu merilis survei pertama mengenai bantuan medis bagi warga asing dalam program kesejahteraan publik. Hasilnya menunjukkan bahwa rumah tangga yang dikepalai oleh warga negara asing menerima manfaat per kapita yang lebih rendah dibandingkan rata-rata keseluruhan penerima bantuan.
Menurut survei yang dilakukan antara November 2024 hingga Februari 2025, rumah tangga asing menerima rata-rata 59.325 yen per orang, sementara rata-rata keseluruhan penerima bantuan, termasuk yang dikepalai warga Jepang, mencapai 79.830 yen.
Jumlah penerima bantuan asing tercatat 63.547 rumah tangga, sekitar 3 persen dari total penerima bantuan. Total bantuan medis untuk rumah tangga asing mencapai sekitar 3,7 miliar yen, atau sekitar 2 persen dari keseluruhan 158,8 miliar yen yang dikeluarkan untuk program kesejahteraan.
Temuan ini muncul setelah beredarnya klaim menyesatkan di media sosial menjelang pemilihan Dewan Penasihat pada 20 Juli lalu, yang menyebutkan bahwa pemberian bantuan kesejahteraan kepada orang asing adalah ilegal, atau bahwa orang asing lebih mudah mengakses bantuan dibanding warga Jepang.
Seorang pejabat kementerian menjelaskan bahwa survei ini dilakukan untuk “memberikan informasi yang akurat”. Program kesejahteraan publik Jepang sendiri mencakup bukan hanya bantuan medis, tetapi juga bantuan hidup sehari-hari untuk kebutuhan pangan dan utilitas, serta bantuan perumahan untuk membayar sewa.
Sc : JT










