Menu ✖

Dark Mode
Disney Imagination, Kapal Pesiar Baru Disney di Jepang yang Siap Berlayar pada 2029 Masashi Kishimoto Umumkan Manga Baru Naruto, Berjudul Naruto Shadow Rising Attack on Titan: The Musical Gelar Tur Dunia, Singapura Jadi Negara Pembuka pada 2027 Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening

News

Toyota dan Mitsubishi Larang Penggunaan AI Generatif DeepSeek karena Kekhawatiran Keamanan Data

badge-check


					Toyota dan Mitsubishi Larang Penggunaan AI Generatif DeepSeek karena Kekhawatiran Keamanan Data Perbesar

Toyota Motor Corp. dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. telah melarang karyawan mereka menggunakan model kecerdasan buatan (AI) generatif DeepSeek, yang dikembangkan oleh startup asal Tiongkok, DeepSeek. Larangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan perusahaan Jepang terkait keamanan data yang diproses oleh teknologi tersebut.

DeepSeek, yang dirilis pada Januari 2024, mendapat perhatian global karena diklaim memiliki kemampuan setara dengan ChatGPT milik OpenAI dengan biaya pengembangan yang lebih rendah. Namun, pembatasan terhadap penggunaannya semakin meluas, baik di Jepang maupun di negara lain. Pemerintah Jepang juga telah mengimbau perusahaan untuk berhati-hati, karena data yang dikumpulkan oleh AI ini disimpan di server di Tiongkok dan tunduk pada hukum di negara tersebut.

Toyota, sebagai produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan volume, secara tegas melarang penggunaan DeepSeek. Seorang pejabat perusahaan mengatakan, “Kami memiliki kekhawatiran dari sudut pandang keamanan informasi.”

Mitsubishi Heavy, yang merupakan perusahaan besar di sektor pertahanan Jepang, juga melarang karyawannya menggunakan DeepSeek untuk keperluan pekerjaan.

Langkah serupa diambil oleh beberapa perusahaan besar Jepang lainnya:

  • SoftBank Corp., perusahaan telekomunikasi Jepang, membatasi akses ke DeepSeek dari dalam jaringan perusahaan dan melarang pengunduhan atau penggunaannya di perangkat bisnis karyawan.
  • Sebuah produsen material utama menyatakan bahwa risiko DeepSeek lebih tinggi dibandingkan model AI lainnya yang digunakan perusahaan.
  • Sebuah perusahaan manufaktur perumahan besar juga mempertimbangkan risiko kebocoran data serta kemungkinan data mereka digunakan untuk pembelajaran AI di masa depan.

Sebagian besar perusahaan Jepang hanya mengizinkan penggunaan layanan AI tertentu, terutama yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat.

Pemerintah Tiongkok sendiri telah mengkritik berbagai upaya pembatasan terhadap DeepSeek, menolak klaim bahwa ada risiko kebocoran data ke pihak berwenang Tiongkok.

“Pemerintah Tiongkok sangat mementingkan privasi dan keamanan data serta melindunginya sesuai dengan hukum. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah meminta perusahaan atau individu mana pun untuk mengumpulkan atau menyimpan data secara melanggar hukum,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers pekan lalu.

Namun, kekhawatiran terkait keamanan DeepSeek tetap ada, terutama karena Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok yang berlaku sejak 2017. Undang-undang ini mewajibkan bisnis untuk bekerja sama dengan otoritas nasional dalam pengumpulan informasi, yang semakin memperkuat alasan perusahaan Jepang dalam membatasi penggunaan AI generatif asal Tiongkok ini.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Disney Imagination, Kapal Pesiar Baru Disney di Jepang yang Siap Berlayar pada 2029

15 October 2026 - 10:10 WIB

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak

14 October 2026 - 10:10 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Trending on News