Menu

Dark Mode
Kota Kitakyushu Tunjuk Koordinator Multikultural untuk Perkuat Hubungan Warga Lokal dan WNA Jepang Terapkan Sistem “Bue Ticket” untuk Tilang Sepeda, Denda Hingga Rp1 Jutaan Jepang Resmikan Program Daycare Fleksibel untuk Balita, Bisa Dipakai Meski Orang Tua Tidak Bekerja Survei: 60% Warga Asing di Saitama Ingin Tinggal Selamanya, Tapi Banyak Khawatir Diskriminasi Anime Isekai Cheat Skill Resmi Season 2 + Episode Spesial Tayang Maret! Sempat Macet dan Jebak Pengunjung 5 Jam, Lift Tokyo Skytree Kini Beroperasi Lagi

News

Toyota dan Mitsubishi Larang Penggunaan AI Generatif DeepSeek karena Kekhawatiran Keamanan Data

badge-check


					Toyota dan Mitsubishi Larang Penggunaan AI Generatif DeepSeek karena Kekhawatiran Keamanan Data Perbesar

Toyota Motor Corp. dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. telah melarang karyawan mereka menggunakan model kecerdasan buatan (AI) generatif DeepSeek, yang dikembangkan oleh startup asal Tiongkok, DeepSeek. Larangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan perusahaan Jepang terkait keamanan data yang diproses oleh teknologi tersebut.

DeepSeek, yang dirilis pada Januari 2024, mendapat perhatian global karena diklaim memiliki kemampuan setara dengan ChatGPT milik OpenAI dengan biaya pengembangan yang lebih rendah. Namun, pembatasan terhadap penggunaannya semakin meluas, baik di Jepang maupun di negara lain. Pemerintah Jepang juga telah mengimbau perusahaan untuk berhati-hati, karena data yang dikumpulkan oleh AI ini disimpan di server di Tiongkok dan tunduk pada hukum di negara tersebut.

Toyota, sebagai produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan volume, secara tegas melarang penggunaan DeepSeek. Seorang pejabat perusahaan mengatakan, “Kami memiliki kekhawatiran dari sudut pandang keamanan informasi.”

Mitsubishi Heavy, yang merupakan perusahaan besar di sektor pertahanan Jepang, juga melarang karyawannya menggunakan DeepSeek untuk keperluan pekerjaan.

Langkah serupa diambil oleh beberapa perusahaan besar Jepang lainnya:

  • SoftBank Corp., perusahaan telekomunikasi Jepang, membatasi akses ke DeepSeek dari dalam jaringan perusahaan dan melarang pengunduhan atau penggunaannya di perangkat bisnis karyawan.
  • Sebuah produsen material utama menyatakan bahwa risiko DeepSeek lebih tinggi dibandingkan model AI lainnya yang digunakan perusahaan.
  • Sebuah perusahaan manufaktur perumahan besar juga mempertimbangkan risiko kebocoran data serta kemungkinan data mereka digunakan untuk pembelajaran AI di masa depan.

Sebagian besar perusahaan Jepang hanya mengizinkan penggunaan layanan AI tertentu, terutama yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat.

Pemerintah Tiongkok sendiri telah mengkritik berbagai upaya pembatasan terhadap DeepSeek, menolak klaim bahwa ada risiko kebocoran data ke pihak berwenang Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok sangat mementingkan privasi dan keamanan data serta melindunginya sesuai dengan hukum. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah meminta perusahaan atau individu mana pun untuk mengumpulkan atau menyimpan data secara melanggar hukum,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers pekan lalu.

Namun, kekhawatiran terkait keamanan DeepSeek tetap ada, terutama karena Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok yang berlaku sejak 2017. Undang-undang ini mewajibkan bisnis untuk bekerja sama dengan otoritas nasional dalam pengumpulan informasi, yang semakin memperkuat alasan perusahaan Jepang dalam membatasi penggunaan AI generatif asal Tiongkok ini.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kota Kitakyushu Tunjuk Koordinator Multikultural untuk Perkuat Hubungan Warga Lokal dan WNA

2 April 2026 - 13:10 WIB

Jepang Terapkan Sistem “Bue Ticket” untuk Tilang Sepeda, Denda Hingga Rp1 Jutaan

2 April 2026 - 09:52 WIB

Jepang Resmikan Program Daycare Fleksibel untuk Balita, Bisa Dipakai Meski Orang Tua Tidak Bekerja

2 April 2026 - 09:52 WIB

Survei: 60% Warga Asing di Saitama Ingin Tinggal Selamanya, Tapi Banyak Khawatir Diskriminasi

1 April 2026 - 14:10 WIB

Sempat Macet dan Jebak Pengunjung 5 Jam, Lift Tokyo Skytree Kini Beroperasi Lagi

1 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on News