Menu

Dark Mode
Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus Film Crayon Shin-chan Terbaru Bertema Dunia Yokai, Dua Member FRUITS ZIPPER Ikut Jadi Pengisi Suara Film Live-Action Golden Kamuy 2 Tayang di Netflix Mulai 13 Juli

News

Toyota dan Mitsubishi Larang Penggunaan AI Generatif DeepSeek karena Kekhawatiran Keamanan Data

badge-check


					Toyota dan Mitsubishi Larang Penggunaan AI Generatif DeepSeek karena Kekhawatiran Keamanan Data Perbesar

Toyota Motor Corp. dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. telah melarang karyawan mereka menggunakan model kecerdasan buatan (AI) generatif DeepSeek, yang dikembangkan oleh startup asal Tiongkok, DeepSeek. Larangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan perusahaan Jepang terkait keamanan data yang diproses oleh teknologi tersebut.

DeepSeek, yang dirilis pada Januari 2024, mendapat perhatian global karena diklaim memiliki kemampuan setara dengan ChatGPT milik OpenAI dengan biaya pengembangan yang lebih rendah. Namun, pembatasan terhadap penggunaannya semakin meluas, baik di Jepang maupun di negara lain. Pemerintah Jepang juga telah mengimbau perusahaan untuk berhati-hati, karena data yang dikumpulkan oleh AI ini disimpan di server di Tiongkok dan tunduk pada hukum di negara tersebut.

Toyota, sebagai produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan volume, secara tegas melarang penggunaan DeepSeek. Seorang pejabat perusahaan mengatakan, “Kami memiliki kekhawatiran dari sudut pandang keamanan informasi.”

Mitsubishi Heavy, yang merupakan perusahaan besar di sektor pertahanan Jepang, juga melarang karyawannya menggunakan DeepSeek untuk keperluan pekerjaan.

Langkah serupa diambil oleh beberapa perusahaan besar Jepang lainnya:

  • SoftBank Corp., perusahaan telekomunikasi Jepang, membatasi akses ke DeepSeek dari dalam jaringan perusahaan dan melarang pengunduhan atau penggunaannya di perangkat bisnis karyawan.
  • Sebuah produsen material utama menyatakan bahwa risiko DeepSeek lebih tinggi dibandingkan model AI lainnya yang digunakan perusahaan.
  • Sebuah perusahaan manufaktur perumahan besar juga mempertimbangkan risiko kebocoran data serta kemungkinan data mereka digunakan untuk pembelajaran AI di masa depan.

Sebagian besar perusahaan Jepang hanya mengizinkan penggunaan layanan AI tertentu, terutama yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat.

Pemerintah Tiongkok sendiri telah mengkritik berbagai upaya pembatasan terhadap DeepSeek, menolak klaim bahwa ada risiko kebocoran data ke pihak berwenang Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok sangat mementingkan privasi dan keamanan data serta melindunginya sesuai dengan hukum. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah meminta perusahaan atau individu mana pun untuk mengumpulkan atau menyimpan data secara melanggar hukum,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers pekan lalu.

Namun, kekhawatiran terkait keamanan DeepSeek tetap ada, terutama karena Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok yang berlaku sejak 2017. Undang-undang ini mewajibkan bisnis untuk bekerja sama dengan otoritas nasional dalam pengumpulan informasi, yang semakin memperkuat alasan perusahaan Jepang dalam membatasi penggunaan AI generatif asal Tiongkok ini.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Legendaris! Shinkansen Seri 500 dan Doctor Yellow Akan Pensiun pada 2027

23 June 2026 - 15:10 WIB

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

23 June 2026 - 11:10 WIB

Universitas di Jepang Siapkan Uji Klinis Transplantasi Rahim, Buka Harapan Baru bagi Perempuan yang Tidak Bisa Hamil

23 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News