Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

Toyota dan Mitsubishi Larang Penggunaan AI Generatif DeepSeek karena Kekhawatiran Keamanan Data

badge-check


					Toyota dan Mitsubishi Larang Penggunaan AI Generatif DeepSeek karena Kekhawatiran Keamanan Data Perbesar

Toyota Motor Corp. dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd. telah melarang karyawan mereka menggunakan model kecerdasan buatan (AI) generatif DeepSeek, yang dikembangkan oleh startup asal Tiongkok, DeepSeek. Larangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan perusahaan Jepang terkait keamanan data yang diproses oleh teknologi tersebut.

DeepSeek, yang dirilis pada Januari 2024, mendapat perhatian global karena diklaim memiliki kemampuan setara dengan ChatGPT milik OpenAI dengan biaya pengembangan yang lebih rendah. Namun, pembatasan terhadap penggunaannya semakin meluas, baik di Jepang maupun di negara lain. Pemerintah Jepang juga telah mengimbau perusahaan untuk berhati-hati, karena data yang dikumpulkan oleh AI ini disimpan di server di Tiongkok dan tunduk pada hukum di negara tersebut.

Toyota, sebagai produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan volume, secara tegas melarang penggunaan DeepSeek. Seorang pejabat perusahaan mengatakan, “Kami memiliki kekhawatiran dari sudut pandang keamanan informasi.”

Mitsubishi Heavy, yang merupakan perusahaan besar di sektor pertahanan Jepang, juga melarang karyawannya menggunakan DeepSeek untuk keperluan pekerjaan.

Langkah serupa diambil oleh beberapa perusahaan besar Jepang lainnya:

  • SoftBank Corp., perusahaan telekomunikasi Jepang, membatasi akses ke DeepSeek dari dalam jaringan perusahaan dan melarang pengunduhan atau penggunaannya di perangkat bisnis karyawan.
  • Sebuah produsen material utama menyatakan bahwa risiko DeepSeek lebih tinggi dibandingkan model AI lainnya yang digunakan perusahaan.
  • Sebuah perusahaan manufaktur perumahan besar juga mempertimbangkan risiko kebocoran data serta kemungkinan data mereka digunakan untuk pembelajaran AI di masa depan.

Sebagian besar perusahaan Jepang hanya mengizinkan penggunaan layanan AI tertentu, terutama yang dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat.

Pemerintah Tiongkok sendiri telah mengkritik berbagai upaya pembatasan terhadap DeepSeek, menolak klaim bahwa ada risiko kebocoran data ke pihak berwenang Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok sangat mementingkan privasi dan keamanan data serta melindunginya sesuai dengan hukum. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah meminta perusahaan atau individu mana pun untuk mengumpulkan atau menyimpan data secara melanggar hukum,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers pekan lalu.

Namun, kekhawatiran terkait keamanan DeepSeek tetap ada, terutama karena Undang-Undang Intelijen Nasional Tiongkok yang berlaku sejak 2017. Undang-undang ini mewajibkan bisnis untuk bekerja sama dengan otoritas nasional dalam pengumpulan informasi, yang semakin memperkuat alasan perusahaan Jepang dalam membatasi penggunaan AI generatif asal Tiongkok ini.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News