Menu

Dark Mode
Kagurabachi Resmi Jadi Anime, Tayang April 2027 + World Tour Global! Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium Kebun Binatang Surabaya Pinjamkan Komodo ke Jepang, Akan Tukar dengan Satwa Mamalia Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

News

Mulai Dijual Bebas, Pil Pencegah Kehamilan di Jepang Bisa Dibeli di Beberapa Apotek Tanpa Resep Dokter

badge-check


					Mulai Dijual Bebas, Pil Pencegah Kehamilan di Jepang Bisa Dibeli di Beberapa Apotek Tanpa Resep Dokter Perbesar

Perusahaan Alinamin Pharmaceutical pada Senin mulai menjual pil kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Produk bernama Lesoeru 72 ini menjadi pil kontrasepsi darurat kedua yang tersedia tanpa resep dokter (over-the-counter/OTC) di Jepang.

Lesoeru 72 diproduksi oleh Fuji Pharma dan dijual dengan harga 6.930 yen (sekitar 44 dolar AS) per tablet. Obat ini harus diminum dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual.

Pil ini hanya dijual di apotek yang memiliki apoteker yang telah mengikuti pelatihan khusus terkait penanganan kontrasepsi darurat.

Tidak ada batasan usia untuk membeli obat ini, dan pembeli juga tidak memerlukan persetujuan dari orang tua atau pasangan. Namun, orang yang membeli obat tersebut harus langsung meminumnya di tempat dengan pengawasan apoteker.

Lesoeru 72 mengandung 1,50 miligram Levonorgestrel, sama seperti obat resep Levonorgestrel Tablet 1.5mg F, yang juga diproduksi oleh Fuji Pharma.

Obat yang didistribusikan oleh Alinamin Pharmaceutical ini bekerja dengan menekan pelepasan sel telur dari ovarium. Selain itu, obat ini juga diyakini dapat mencegah proses penempelan embrio serta menghambat sperma masuk ke dalam rahim.

Tingkat efektivitasnya bergantung pada waktu konsumsi setelah hubungan seksual. Obat ini dapat mencegah sekitar 95 persen kehamilan jika diminum dalam 24 jam pertama, 85 persen jika diminum dalam 25–48 jam, dan 58 persen jika diminum dalam 49–72 jam.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain perdarahan tidak teratur, mual, sakit perut, sakit kepala, dan kelelahan.

Penjualan Lesoeru 72 ini menyusul peluncuran NorLevo, yang dipasarkan oleh Daiichi Sankyo Healthcare pada Februari lalu sebagai pil kontrasepsi darurat yang juga dijual tanpa resep. Harga yang direkomendasikan untuk NorLevo adalah 7.480 yen.

Sebelum Februari tahun ini, pil kontrasepsi darurat di Jepang hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Permintaan agar obat ini dapat dijual bebas telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, terutama karena efektivitasnya menurun seiring berjalannya waktu setelah hubungan seksual.

Setelah melalui pembahasan oleh panel ahli, Kementerian Kesehatan Jepang akhirnya menyetujui penjualan NorLevo tanpa resep pada Oktober, dan kemudian memberikan persetujuan untuk Lesoeru 72 pada Februari.

Saat ini, kementerian tersebut juga menyediakan daftar sekitar 9.000 apotek di seluruh Jepang yang menjual pil kontrasepsi darurat tanpa resep melalui situs resminya.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global

1 May 2026 - 12:10 WIB

Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium

1 May 2026 - 10:10 WIB

Kebun Binatang Surabaya Pinjamkan Komodo ke Jepang, Akan Tukar dengan Satwa Mamalia

1 May 2026 - 06:34 WIB

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

29 April 2026 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

29 April 2026 - 14:12 WIB

Trending on News