Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Mulai Dijual Bebas, Pil Pencegah Kehamilan di Jepang Bisa Dibeli di Beberapa Apotek Tanpa Resep Dokter

badge-check


					Mulai Dijual Bebas, Pil Pencegah Kehamilan di Jepang Bisa Dibeli di Beberapa Apotek Tanpa Resep Dokter Perbesar

Perusahaan Alinamin Pharmaceutical pada Senin mulai menjual pil kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Produk bernama Lesoeru 72 ini menjadi pil kontrasepsi darurat kedua yang tersedia tanpa resep dokter (over-the-counter/OTC) di Jepang.

Lesoeru 72 diproduksi oleh Fuji Pharma dan dijual dengan harga 6.930 yen (sekitar 44 dolar AS) per tablet. Obat ini harus diminum dalam waktu 72 jam setelah hubungan seksual.

Pil ini hanya dijual di apotek yang memiliki apoteker yang telah mengikuti pelatihan khusus terkait penanganan kontrasepsi darurat.

Tidak ada batasan usia untuk membeli obat ini, dan pembeli juga tidak memerlukan persetujuan dari orang tua atau pasangan. Namun, orang yang membeli obat tersebut harus langsung meminumnya di tempat dengan pengawasan apoteker.

Lesoeru 72 mengandung 1,50 miligram Levonorgestrel, sama seperti obat resep Levonorgestrel Tablet 1.5mg F, yang juga diproduksi oleh Fuji Pharma.

Obat yang didistribusikan oleh Alinamin Pharmaceutical ini bekerja dengan menekan pelepasan sel telur dari ovarium. Selain itu, obat ini juga diyakini dapat mencegah proses penempelan embrio serta menghambat sperma masuk ke dalam rahim.

Tingkat efektivitasnya bergantung pada waktu konsumsi setelah hubungan seksual. Obat ini dapat mencegah sekitar 95 persen kehamilan jika diminum dalam 24 jam pertama, 85 persen jika diminum dalam 25–48 jam, dan 58 persen jika diminum dalam 49–72 jam.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain perdarahan tidak teratur, mual, sakit perut, sakit kepala, dan kelelahan.

Penjualan Lesoeru 72 ini menyusul peluncuran NorLevo, yang dipasarkan oleh Daiichi Sankyo Healthcare pada Februari lalu sebagai pil kontrasepsi darurat yang juga dijual tanpa resep. Harga yang direkomendasikan untuk NorLevo adalah 7.480 yen.

Sebelum Februari tahun ini, pil kontrasepsi darurat di Jepang hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Permintaan agar obat ini dapat dijual bebas telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, terutama karena efektivitasnya menurun seiring berjalannya waktu setelah hubungan seksual.

Setelah melalui pembahasan oleh panel ahli, Kementerian Kesehatan Jepang akhirnya menyetujui penjualan NorLevo tanpa resep pada Oktober, dan kemudian memberikan persetujuan untuk Lesoeru 72 pada Februari.

Saat ini, kementerian tersebut juga menyediakan daftar sekitar 9.000 apotek di seluruh Jepang yang menjual pil kontrasepsi darurat tanpa resep melalui situs resminya.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News