Perusahaan semikonduktor asal Taiwan, TSMC, mengumumkan pada Kamis bahwa mereka akan memproduksi chip tiga nanometer (3nm) di pabrik kedua yang sedang dibangun di Jepang. Chip ini termasuk salah satu semikonduktor paling canggih yang digunakan untuk menopang sistem kecerdasan buatan (AI).
TSMC merupakan produsen chip kontrak terbesar di dunia, dengan produknya digunakan dalam berbagai perangkat, mulai dari iPhone milik Apple hingga perangkat AI buatan Nvidia. Perusahaan ini membuka pabrik chip pertamanya di Jepang dua tahun lalu di Prefektur Kumamoto, wilayah barat daya Jepang, sebagai upaya memperkuat ketahanan rantai pasok semikonduktor Jepang dan global.
Saat ini, TSMC juga tengah membangun pabrik kedua di Kumamoto, yang awalnya dilaporkan akan memproduksi chip enam nanometer (6nm) untuk perangkat telekomunikasi. Namun, TSMC kini mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut juga akan digunakan untuk memproduksi chip 3nm, seiring meningkatnya permintaan teknologi AI.
Meski istilah 3nm dan 6nm bersifat pemasaran, secara umum semakin kecil ukurannya, semakin tinggi kepadatan komponen dalam chip, yang berarti performa dan efisiensi energi yang lebih baik.
Menurut kantor hubungan masyarakat TSMC, langkah menuju produksi 3nm ini dilakukan untuk memenuhi lonjakan permintaan yang didorong oleh perkembangan AI. CEO TSMC C.C. Wei telah menyampaikan langsung rencana tersebut kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, dengan menegaskan bahwa teknologi 3nm akan digunakan di pabrik kedua anak perusahaan TSMC di Jepang.
Jika terealisasi, produksi chip 3nm ini akan menjadi yang pertama di Jepang, menurut laporan stasiun penyiaran publik NHK. Meski demikian, chip tersebut bukanlah teknologi paling mutakhir di pasar, mengingat TSMC saat ini telah memproduksi chip 2nm di Taiwan.
Di sisi lain, perusahaan Jepang Rapidus juga tengah membangun pabrik di Jepang utara untuk memproduksi chip 2nm, dengan target mulai beroperasi pada 2027.
Perdana Menteri Takaichi menyambut rencana TSMC tersebut dan menyebut kerja sama dengan perusahaan Taiwan itu sebagai contoh utama strategi pemerintahnya dalam mendorong investasi teknologi tinggi.
Taiwan sendiri dikenal sebagai pusat industri semikonduktor global. Sejumlah pengamat menilai bahwa memperluas produksi chip ke luar Taiwan dapat membantu melindungi industri strategis tersebut dari risiko geopolitik, termasuk potensi konflik dengan China.
Menanggapi hal ini, juru bicara kabinet Taiwan Michelle Lee menegaskan bahwa ekspansi TSMC ke luar negeri tidak dimaksudkan untuk menggantikan Taiwan, melainkan murni berdasarkan kebutuhan pelanggan.
Sc : indopremier










