Menu

Dark Mode
Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran Kosakata Jepang untuk Tingkat Kematangan & Rasa Jun Matsumoto Resmi Bergabung di Live-Action Chiruran: Shinsengumi Requiem, Tayang Maret Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis

News

Ukraina Siap Kerja Sama Produksi Drone dengan Jepang

badge-check


					A RQ-4 Global Hawk drone is conducting tests over Naval Air Station Patuxent River, Maryland, U.S. in this undated U.S. Navy photo.   Courtesy Erik Hildebrandt/Northrop Grumman/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. Perbesar

A RQ-4 Global Hawk drone is conducting tests over Naval Air Station Patuxent River, Maryland, U.S. in this undated U.S. Navy photo. Courtesy Erik Hildebrandt/Northrop Grumman/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dengan Jepang dalam bidang teknologi drone, termasuk produksi bersama, dengan memanfaatkan pengalaman dari perang melawan invasi Rusia.

“Sekarang kami adalah pemimpin dunia dalam produksi drone… Kami siap berbagi pengalaman dengan Jepang dan bekerja sama untuk memproduksi drone, misalnya, yang saling menguntungkan,” ujar Sybiha dalam wawancara dengan Kyodo News di Tokyo, Senin (4/8).

Mengenai aturan ketat Jepang terkait transfer senjata dalam kerangka konstitusi damainya, Sybiha menyebut kerja sama dapat mencakup berbagai jenis drone, mulai dari drone pertanian hingga intelijen.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, Jepang mendukung Kyiv sejalan dengan negara-negara anggota G7 lainnya, sambil menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Moskow.

Sybiha, yang menggantikan Dmytro Kuleba sebagai menlu pada September lalu, menegaskan bahwa Ukraina akan mengambil pendekatan adil dengan menolak partisipasi negara-negara pendukung Rusia dalam proyek rekonstruksi negaranya. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas moral sekaligus mengarahkan peluang bisnis ke pihak yang mendukung perdamaian.

Dalam pernyataan tersirat yang ditujukan pada negara-negara seperti China dan India yang masih membeli minyak mentah dari Rusia, Sybiha menyerukan agar semua negara berhenti mengimpor energi dari Moskow, karena hal itu dinilai mendanai perang dan menghasilkan “uang berdarah.”

Terkait China, ia menyatakan harapannya agar negara itu memainkan peran lebih besar dalam upaya perdamaian, serta menggunakan kapasitasnya untuk mendorong gencatan senjata.

Pada hari yang sama, Sybiha menghadiri forum kerja sama Jepang-Ukraina dalam upaya rekonstruksi Ukraina. Sebanyak 29 kesepakatan kerja sama ditandatangani dalam berbagai bidang. Ia juga bertemu dengan Menlu Jepang Takeshi Iwaya, yang menyatakan bahwa Jepang akan terus mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut, Sybiha menekankan pentingnya kerja sama erat antara Kyiv dan Tokyo, karena perang Rusia juga berdampak pada kawasan Indo-Pasifik.

Selanjutnya, pada Selasa (5/8), Sybiha dijadwalkan mengunjungi lokasi World Expo 2025 di Osaka bersama sejumlah pejabat tinggi Ukraina lainnya.

Sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

Trending on News