Menu

Dark Mode
Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus Film Crayon Shin-chan Terbaru Bertema Dunia Yokai, Dua Member FRUITS ZIPPER Ikut Jadi Pengisi Suara Film Live-Action Golden Kamuy 2 Tayang di Netflix Mulai 13 Juli

News

Ukraina Siap Kerja Sama Produksi Drone dengan Jepang

badge-check


					A RQ-4 Global Hawk drone is conducting tests over Naval Air Station Patuxent River, Maryland, U.S. in this undated U.S. Navy photo.   Courtesy Erik Hildebrandt/Northrop Grumman/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. Perbesar

A RQ-4 Global Hawk drone is conducting tests over Naval Air Station Patuxent River, Maryland, U.S. in this undated U.S. Navy photo. Courtesy Erik Hildebrandt/Northrop Grumman/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dengan Jepang dalam bidang teknologi drone, termasuk produksi bersama, dengan memanfaatkan pengalaman dari perang melawan invasi Rusia.

“Sekarang kami adalah pemimpin dunia dalam produksi drone… Kami siap berbagi pengalaman dengan Jepang dan bekerja sama untuk memproduksi drone, misalnya, yang saling menguntungkan,” ujar Sybiha dalam wawancara dengan Kyodo News di Tokyo, Senin (4/8).

Mengenai aturan ketat Jepang terkait transfer senjata dalam kerangka konstitusi damainya, Sybiha menyebut kerja sama dapat mencakup berbagai jenis drone, mulai dari drone pertanian hingga intelijen.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, Jepang mendukung Kyiv sejalan dengan negara-negara anggota G7 lainnya, sambil menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Moskow.

Sybiha, yang menggantikan Dmytro Kuleba sebagai menlu pada September lalu, menegaskan bahwa Ukraina akan mengambil pendekatan adil dengan menolak partisipasi negara-negara pendukung Rusia dalam proyek rekonstruksi negaranya. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas moral sekaligus mengarahkan peluang bisnis ke pihak yang mendukung perdamaian.

Dalam pernyataan tersirat yang ditujukan pada negara-negara seperti China dan India yang masih membeli minyak mentah dari Rusia, Sybiha menyerukan agar semua negara berhenti mengimpor energi dari Moskow, karena hal itu dinilai mendanai perang dan menghasilkan “uang berdarah.”

Terkait China, ia menyatakan harapannya agar negara itu memainkan peran lebih besar dalam upaya perdamaian, serta menggunakan kapasitasnya untuk mendorong gencatan senjata.

Pada hari yang sama, Sybiha menghadiri forum kerja sama Jepang-Ukraina dalam upaya rekonstruksi Ukraina. Sebanyak 29 kesepakatan kerja sama ditandatangani dalam berbagai bidang. Ia juga bertemu dengan Menlu Jepang Takeshi Iwaya, yang menyatakan bahwa Jepang akan terus mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut, Sybiha menekankan pentingnya kerja sama erat antara Kyiv dan Tokyo, karena perang Rusia juga berdampak pada kawasan Indo-Pasifik.

Selanjutnya, pada Selasa (5/8), Sybiha dijadwalkan mengunjungi lokasi World Expo 2025 di Osaka bersama sejumlah pejabat tinggi Ukraina lainnya.

Sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Legendaris! Shinkansen Seri 500 dan Doctor Yellow Akan Pensiun pada 2027

23 June 2026 - 15:10 WIB

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

23 June 2026 - 11:10 WIB

Universitas di Jepang Siapkan Uji Klinis Transplantasi Rahim, Buka Harapan Baru bagi Perempuan yang Tidak Bisa Hamil

23 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News