Sebagian area hutan bambu terkenal di pinggiran Kyoto ditebang pada Rabu dalam upaya bersama antara pemerintah kota dan sebuah organisasi lokal untuk mengakhiri maraknya coretan pada batang bambu.
Sekitar 20 batang bambu di kedua sisi jalur Arashiyama Bamboo Grove ditebang guna menciptakan ruang yang cukup agar aksi vandalisme dapat dicegah. Menurut survei Pemerintah Kota Kyoto pada Oktober lalu, sekitar 350 batang bambu telah mengalami kerusakan karena dicoret.
Empat batang bambu yang ditebang pada area sepanjang 30 meter di jalur yang berada di atas lahan milik kota diketahui telah dicoret. Pemerintah kota mengatakan akan mempertimbangkan penebangan tambahan setelah meninjau dampaknya terhadap pemandangan.
Coretan tersebut telah berdampak buruk pada kesehatan tanaman bambu dan juga merusak keindahan lokasi wisata populer tersebut, menurut pemerintah kota.
Sebuah organisasi lingkungan nonprofit lokal ditugaskan untuk menebang bambu sesuai dengan rencana pemerintah.
Karena wilayah tersebut dilestarikan sebagai situs bersejarah, setiap perubahan perlu mendapatkan persetujuan dari pemerintah kota.
Penduduk setempat juga berupaya mencegah tindakan merusak bambu dengan menutupi coretan menggunakan selotip serta memasang poster peringatan dalam empat bahasa, termasuk bahasa Jepang, untuk mengimbau pengunjung agar tidak melakukan vandalisme.
Sc : JT







