Untuk pertama kalinya dalam sejarah perkeretaapian Jepang, sebuah kereta Shinkansen yang sepenuhnya diubah khusus untuk mengangkut barang akan mulai beroperasi secara reguler pada bulan Maret. Hal ini diumumkan oleh East Japan Railway Co. (JR East) pada 9 Desember.
Kereta peluru seri E3 yang sebelumnya digunakan sebagai layanan Tsubasa di Jalur Shinkansen Yamagata ini telah dicopot seluruh 394 kursi penumpangnya dari tujuh gerbong yang dimiliki.
Bagian dalam kereta kemudian direnovasi dengan lantai antiselip dan sabuk pengaman khusus untuk menahan muatan, sehingga kereta ini mampu mengangkut hingga sekitar 1.000 boks barang. Jumlah tersebut lima kali lipat lebih banyak dibandingkan kereta penumpang yang hanya sebagian dimodifikasi untuk keperluan kargo.
Tampilan luar kereta juga didesain ulang dengan warna putih. Jendelanya dihiasi ilustrasi kerang, perlengkapan medis, dan ikan koi—barang-barang yang memang sudah pernah diangkut menggunakan layanan kargo Shinkansen sebelumnya.
Kereta ini akan berangkat dari Morioka menuju Tokyo pada hari kerja. Proses bongkar muat dilakukan di depo kereta yang berada di dekat stasiun, dan selama perjalanan, rangkaian kargo ini akan digandeng dengan kereta penumpang.
Layanan pengangkutan barang menggunakan Shinkansen sendiri dimulai pada tahun 2021, ketika JR East mengalihfungsikan gerbong penumpang akibat anjloknya jumlah penumpang selama pandemi COVID-19.
Langkah ini kemudian diikuti oleh perusahaan JR lainnya, dan pada tahun 2024, layanan kargo Shinkansen telah diperluas ke seluruh Jepang, dari Hokkaido hingga Kyushu.
Awalnya, peluncuran kereta khusus kargo ini direncanakan pada musim gugur 2025. Namun, jadwal tersebut tertunda akibat masalah teknis pada kereta seri E8 yang lebih baru, sehingga JR East harus tetap menggunakan seri E3 lama untuk layanan penumpang.
Ke depan, JR East menargetkan pembangunan kereta kargo berkecepatan tinggi yang dirancang dari nol, serta memperluas layanan pengiriman cepat ini ke wilayah Sendai dan Niigata.
Sc : asahi







