Menu

Dark Mode
PM Jepang Temui Trump di AS, Bahas Keamanan Global hingga Investasi Triliunan Yen Jepang Perpanjang Masa Pakai Kartu Asuransi Lama hingga Juli 2026 Turis Asing ke Jepang Tembus Rekor Baru, Korea Selatan & Taiwan Jadi Penyumbang Terbesar Suku Bunga Jepang Ditahan di 0,75%, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor Utama Jepang Luncurkan Kereta Khusus Turis Asing Bisa Nikmati View Gunung Fuji Sepanjang Perjalanan Anime The Dangers in My Heart Dipastikan Lanjut Season 3, Tayang 2027

Culture

‘Yakudoshi’: Tahun Sial dalam Hidup Orang Jepang

badge-check


					‘Yakudoshi’: Tahun Sial dalam Hidup Orang Jepang Perbesar

Dalam budaya Jepang, ada kepercayaan bahwa usia tertentu membawa nasib buruk. Tahun-tahun ini disebut “Yakudoshi” (厄年), yang secara harfiah berarti “tahun kesialan”. Walaupun terdengar mistis, kepercayaan ini masih hidup dan dijalankan dengan serius oleh banyak orang Jepang hingga hari ini.


📅 Usia-usia yang Dianggap Sial

Menurut tradisi, tahun sial utama berbeda untuk pria dan wanita:

  • Pria:

  • Wanita:

    • Usia 19, 33, dan 37 tahun

    • Yang paling dianggap berat: usia 33 tahun, karena angka itu dianggap membawa kesialan dalam rumah tangga dan kesehatan.

Tahun sebelum (maeyaku) dan sesudahnya (atoyaku) juga dianggap rentan, jadi perhatian ekstra sering diberikan selama tiga tahun berturut-turut.


🙏 Apa yang Dilakukan Saat Yakudoshi?

  1. Mengunjungi kuil (厄除け, yakuyoke)
    Orang Jepang biasanya mengunjungi kuil Shinto untuk melakukan ritual pengusir sial, seperti upacara “yakubarai”.

  2. Menghindari keputusan besar
    Banyak yang sengaja menunda pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha baru saat tahun Yakudoshi, agar tidak “menantang nasib”.

  3. Mengenakan jimat pelindung
    Seperti omamori atau benda-benda simbolik yang diyakini dapat menolak bala.


🎎 Apakah Semua Orang Jepang Percaya?

Tidak semua orang Jepang percaya secara harfiah. Namun, banyak yang tetap mengikuti tradisinya sebagai bentuk kehati-hatian dan penghormatan pada budaya. Mirip seperti sebagian orang Indonesia yang percaya weton atau menghindari menikah di bulan tertentu, meskipun mereka tidak terlalu religius.


🌱 Simbol Keseimbangan, Bukan Ketakutan

Kepercayaan terhadap Yakudoshi mencerminkan pandangan orang Jepang bahwa hidup itu naik-turun, dan bahwa waspada di saat tertentu bisa menjaga harmoni dalam hidup. Tahun sial bukan berarti harus takut, tapi menjadi waktu untuk lebih mawas diri dan memperkuat hubungan spiritual.


Yakudoshi menunjukkan betapa budaya Jepang penuh dengan simbol dan makna tersembunyi. Di balik kepercayaan tahun sial ini, ada pesan untuk hidup lebih hati-hati, bersyukur, dan tetap terhubung dengan hal-hal spiritual—sebuah warisan budaya yang bertahan di era modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture