Menu

Dark Mode
Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026 Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX Jepang Berencana Tambahkan Sektor Penerbangan dalam Program Pekerja Asing Mulai 2027 Nagoya Dilanda Hujan Lebat, Warga Terjebak dan Transportasi Lumpuh Shinjuku Tokyo Berencana Larang Airbnb di Kawasan Permukiman dan Dekat Sekolah Jepang Akan Gunakan ODA untuk Tingkatkan Pelabuhan Perikanan Indonesia

News

Yen Lemah Dorong Kekhawatiran Global, Intervensi Jepang Dapat Memengaruhi Pasar Mata Uang Dunia

badge-check


					Yen Lemah Dorong Kekhawatiran Global, Intervensi Jepang Dapat Memengaruhi Pasar Mata Uang Dunia Perbesar

Para pelaku pasar kini waspada terhadap meningkatnya risiko intervensi Jepang untuk mendukung yen, dengan laporan pekerjaan AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat malam diperkirakan menjadi pemicu pergerakan tajam mata uang tersebut.

Yen saat ini mendekati level ¥160 per dolar AS, yang jika terlampaui, dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pembuat kebijakan di Tokyo terkait dampak negatif nilai tukar lemah terhadap bisnis dan konsumen. Strategi pasar memperkirakan potensi pergerakan menuju level psikologis ini, terutama jika data pekerjaan AS menunjukkan hasil yang kuat. Bahkan, hal ini bisa membawa yen mendekati level terlemahnya dalam beberapa dekade di ¥161,95.

Pada Rabu lalu, yen sempat melemah hingga ¥158,55 per dolar AS, level yang terakhir kali terlihat pada Juli, saat Jepang terakhir kali melakukan intervensi di pasar mata uang. Pada Jumat pukul 12:11 waktu Tokyo, yen diperdagangkan stabil di sekitar ¥158,26. Pasar Jepang akan tutup pada Senin mendatang karena hari libur nasional.

Selain risiko intervensi Jepang untuk mendukung yen, pelemahan mata uang ini juga memicu kekhawatiran di pasar global. Sejak awal tahun, yen telah mengalami penurunan signifikan terhadap dolar AS, sebagian besar disebabkan oleh perbedaan kebijakan moneter antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve AS.

BoJ tetap mempertahankan suku bunga sangat rendah dalam upaya mendukung perekonomian domestik, sementara The Fed terus menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi. Hal ini menciptakan tekanan besar pada yen, mempercepat arus keluar modal dari Jepang ke aset berdenominasi dolar.

Menurut laporan dari beberapa bank investasi, jika Jepang melakukan intervensi, dampaknya bisa signifikan bagi pasar valuta asing global, terutama di tengah volatilitas yang tinggi. Pada intervensi sebelumnya di Juli, yen menguat tajam dalam waktu singkat, memicu pergerakan besar di pasar Asia dan Eropa.

Di sisi lain, perusahaan Jepang yang bergantung pada impor menghadapi tekanan besar akibat biaya yang lebih tinggi. Sementara itu, eksportir Jepang seperti produsen otomotif justru diuntungkan dengan lemahnya yen, karena produk mereka menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

Para analis memperingatkan bahwa jika laporan pekerjaan AS menunjukkan angka yang jauh lebih kuat dari ekspektasi, yen dapat melemah lebih lanjut, yang mungkin mendorong Jepang untuk segera bertindak di pasar valuta asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Jepang Berencana Tambahkan Sektor Penerbangan dalam Program Pekerja Asing Mulai 2027

10 September 2026 - 10:10 WIB

Nagoya Dilanda Hujan Lebat, Warga Terjebak dan Transportasi Lumpuh

9 September 2026 - 13:49 WIB

Shinjuku Tokyo Berencana Larang Airbnb di Kawasan Permukiman dan Dekat Sekolah

7 September 2026 - 17:10 WIB

JR East Hentikan Sejumlah Layanan Kereta akibat Hujan Lebat di Jepang Timur

7 September 2026 - 13:43 WIB

Trending on News