Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

100 Tahun Yamanote Line: Jalur Legendaris yang Mengelilingi Hati Tokyo

badge-check


					100 Tahun Yamanote Line: Jalur Legendaris yang Mengelilingi Hati Tokyo Perbesar

JR East pada Sabtu (4 Oktober) memperingati tepat 100 tahun beroperasinya Yamanote Line, jalur kereta melingkar ikonik yang mengelilingi pusat kota Tokyo.

Yamanote Line telah menjadi urat nadi transportasi ibu kota Jepang, menghubungkan Tokyo dengan berbagai jaringan kereta swasta dari pinggiran kota, serta memicu pertumbuhan kawasan komersial sibuk seperti Shinjuku dan Shibuya. Jalur ini berperan besar dalam membentuk wajah modern Tokyo.

Meskipun proyek-proyek redevelopment terus berjalan di sepanjang lintasan, status Yamanote Line sebagai jalur utama yang membawa jutaan penumpang setiap hari tetap tak tergantikan.

Untuk merayakan momen bersejarah ini, JR East menggelar acara peringatan khusus dengan menjalankan kereta berdesain retro yang berangkat dari Stasiun Ikebukuro, menempuh satu putaran penuh selama sekitar satu jam.

“Asyik banget, sejamnya terasa cepat dan menyenangkan untuk anak-anak maupun orang dewasa,” kata Asuka Watanabe (32), warga Shinagawa yang ikut bersama putranya berusia dua tahun.
Sementara Kazuki Fujimoto dari Machida mengungkapkan, “Desain retronya bikin nostalgia. Anak saya suka banget warna hijau khas Yamanote.”

Yamanote Line beroperasi dengan jarak antar kereta hanya dua hingga tiga menit pada jam sibuk, menempuh rute sepanjang 34,5 kilometer dengan 30 stasiun, termasuk Takanawa Gateway Station yang dibuka pada 2020 — stasiun baru pertama dalam 49 tahun terakhir.

Jalur ini pertama kali beroperasi pada 1885, dan baru membentuk lingkar penuh pada 1925, setelah selesainya jalur layang antara Stasiun Ueno dan Tokyo.

Kini, satu abad kemudian, Yamanote Line tetap menjadi simbol kehidupan Tokyo — kereta yang terus berputar tanpa henti, menghubungkan masa lalu dan masa depan kota yang selalu bergerak.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News