Menu

Dark Mode
Bukan Kuda, Tapi Bisa Ditunggangi! Kawasaki Siapkan Robot Corleo untuk Arab Saudi Kabar Baik! Maskapai Jepang Turunkan Fuel Surcharge, Harga Tiket Internasional Akan Lebih Murah Patlabor Akhirnya Punya Game 3D Baru, Rilis September 2026 untuk PS5 dan PC Trailer Baru Kingdom Hearts IV Tampilkan Dunia Coco, Dipastikan Rilis Akhir 2027 Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

News

75% Prefektur Jepang Mulai Genjot Program Hidup Berdampingan dengan Warga Asing

badge-check


					75% Prefektur Jepang Mulai Genjot Program Hidup Berdampingan dengan Warga Asing Perbesar

Sekitar 75 persen prefektur di Jepang telah mengalokasikan anggaran dalam rencana awal tahun fiskal baru yang dimulai Rabu untuk membuat atau memperluas program yang mendorong hidup berdampingan dengan warga asing, menurut survei Kyodo News.

Kebijakan ini berfokus pada peningkatan interaksi dengan komunitas lokal serta edukasi mengenai aturan dan norma kehidupan sehari-hari. Langkah ini diambil seiring meningkatnya jumlah pekerja asing di Jepang, di tengah krisis kekurangan tenaga kerja akibat populasi yang menua.

Dari survei terhadap 47 prefektur yang dilakukan antara Februari hingga awal Maret, delapan daerah—termasuk Fukui dan Okayama—menyatakan telah meluncurkan program baru sekaligus memperluas yang sudah ada. Sementara itu, 16 prefektur hanya membuat program baru, dan 11 lainnya fokus pada pengembangan program yang sudah berjalan.

Kurangnya pemahaman terhadap aturan sosial di Jepang disebut sebagai salah satu penyebab gesekan antara warga lokal dan warga asing.

Di Ibaraki, yang memiliki jumlah pekerja asing terbesar ke-10 di Jepang, pemerintah daerah mulai mengirim staf ke lokasi yang sering dikunjungi warga asing—seperti masjid dan toko bahan makanan internasional—untuk mengedukasi soal pemilahan sampah dan masalah kebisingan.

Sementara itu, prefektur seperti Kochi dan Kagoshima tengah membuat panduan hidup dalam berbagai bahasa, serta mendukung program pertukaran budaya.

Isu terkait warga asing juga menjadi topik besar dalam pemilu tahun lalu, di tengah meningkatnya komentar negatif terhadap mereka di dunia maya.

Menurut Masami Wakayama, profesor yang ahli dalam kebijakan multikultural di tingkat daerah, penting untuk memperbanyak interaksi karena minimnya kontak justru bisa memperkuat sikap eksklusif terhadap orang asing.

Namun, ia juga menekankan bahwa penting untuk tidak memaksakan “asimilasi berlebihan,” selama aturan dasar tetap dipatuhi. Ia menambahkan bahwa prinsip hidup berdampingan secara multikultural adalah saling memahami dan menghormati perbedaan.

Sebagai latar belakang, jumlah warga asing di Jepang mencapai rekor 4,13 juta orang pada 2025, untuk pertama kalinya melampaui angka 4 juta.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bukan Kuda, Tapi Bisa Ditunggangi! Kawasaki Siapkan Robot Corleo untuk Arab Saudi

19 August 2026 - 12:10 WIB

Kabar Baik! Maskapai Jepang Turunkan Fuel Surcharge, Harga Tiket Internasional Akan Lebih Murah

19 August 2026 - 10:10 WIB

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News